Cara Yang Benar Saat Menggunakan Cairan Pembersih Tangan Atau Hand Sanitizer

Saat kebiasaan baru beradaptasi, pembersih tangan menjadi salah satu benda paling penting. Ini memastikan tangan Anda tetap bersih. Terutama ketika tidak ada tempat di mana Anda dapat mencuci tangan dengan sabun.

Namun, dalam menggunakan hand sanitizer tidak hanya menuangkannya dan dengan sembarangan menggosoknya di tangan saja. Ada cara yang benar untuk menggunakan pembersih tangan.

“Ketika menggunakan pembersih tangan atau hand sanitizer, yang terbaik adalah memprioritaskan pencucian yang tepat. Kita perlu mencuci tangan dengan sabun,” kata ahli jantung dan spesialis pembuluh darah Vito A Damay dalam presentasi video pribadinya.

“Caranya adalah gunakan cairan pembersih tangan. usapkan keseluruh telapak tangan, punggung tangan, di antara sela sela jari, ujung jari, dan di antara ibu jari dengan jari telunjuk. Ini karena tangan tempat virus atau kuman. “

Jangan hanya disemprot

Vito menekankan bahwa penggunaan pembersih tangan atau hand sanitizer lebih dari sekedar disemprotkan saja. Jari dan tangan juga harus dicuci dengan benar saat mencuci tangan dengan sabun.

“Jadi metodenya tidak hanya disemprotkan. Sesuai aturan cuci tangan juga. Untuk memastikan bahwa alkohol cair direndam di tangan dan tidak ada bagian yang terlewati,” kata dokter yang berpraktik diSiloam Hospital Lippo Village, Tangerang.

“Jika tangan kita benar-benar kotor setelah makan, cuci tangan di bawah keran dan pastikan untuk menggunakan sabun.”

Tangan juga harus bersih sebelum menggunakan atau memperbaiki posisi masker. Kita sering melihat orang lain memperbaiki posisi masker dengan tangan langsung, yang menyentuh bagian depan masker.

“Kita sering melihat orang lain memperbaiki posisi maskernya dari depan (menyentuh depan masker). Tapi sebenarnya pegang bagian di sampingnya,” ujar Vito.

Info Terkini Corona Di Indonesia Per 01 April: 1.677 Positif, 103 Sembuh, 157 Meninggal

Jumlah kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada Rabu (1 April, 2020), 1.677 kasus positif telah didaftarkan, 103 sembuh dan 157 meninggal.
“Masih memberikan bukti bahwa siaran luar akan berlanjut,” kata juru bicara pemerintah untuk menanganan virus corona COVID-19 Achmad Yurianto pada konferensi pers jaringan di BNPB. , Rabu (01 april 2020).

tercatat Jumlah kasus positif mengalami jumlah peningkatan 149 kasus, yang menyebabkan pertumbuhan kumulatif menjadi 1.677. DKI Jakarta tercatat menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi kasus Positif Virus Corono atau Covid-19.

22 Pasien dinyatakan sembuh jadi total pasien sembuh 103 orang. Sementara pasien meninggal, meningkat dari 21 kasus saat ini menjadi 157 kasus.