Mengenali Luka Bakar Dan Pencegahannya

Mitos VS Fakta Penanganan Luka Bakar, Mana Yang Benar? | Dermatix® Indonesia

healthek.com – Luka bakar merupakan jenis luka yang disebabkan oleh energi termal (panas), listrik, bahan kimia, atau elektromagnetik. Perawatan luka bakar tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan Luka bakar akibat sinar matahari dan luka bakar kecil biasanya dapat diobati sendiri di rumah.

Sementara itu, luka bakar yang dalam atau luas membutuhkan perhatian medis segera. Dalam kondisi khusus, penderita memerlukan perawatan di pusat luka bakar khusus dan mendapatkan perawatan lanjutan selama beberapa bulan.

Tingkat Keparahan

Terdapat tiga tingkatan keparahan luka bakar, yaitu sebagai berikut:

Luka bakar derajat pertama Luka bakar hanya memengaruhi lapisan luar kulit (skin), terasa nyeri, dan tidak melepuh. Biasanya diakibatkan oleh sinar matahari.

Luka bakar derajat kedua. Luka memengaruhi lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). Terlihat merah atau belang, biasanya diakibatkan oleh cairan panas.

Luka bakar derajat ketiga. Kerusakan dalam hingga lapisan lemak, dapat memengaruhi saraf dan pembuluh darah. Luka terlihat gelap dan bertekstur kering serta kasar.

Pertolongan Pertama

Hentikan segala sumber yang membakar Padamkan api atau hentikan kontak korban dengan cairan panas, uap, atau substansi existed yang menyebabkan luka bakar.

Lepaskan aksesoris atau pakaian ketat Segera lepaskan pakaian yang panas atau terbakar. Jika menempel pada kulit, potong atau sobek. Lepaskan aksesoris seperti perhiasan atau ikat pinggang. Luka bakar dapat membengkak dengan cepat

Lakukan hal di bawah ini untuk merawat luka bakar tergantung tingkat keparahannya.

Luka Bakar Derajat Pertama

1. Mendinginkan luka. Taruh luka kulit yang terbakar di bawah air sejuk yang mengalir hingga sakit mereda. Jika tidak ada air mengalir, gunakan kompres.

2. Lindungi luka. Balut dengan perban steril anti-lengket atau kain bersih. Jangan mengoleskan mentega, minyak, losion, atau krim (terutama yang mengandung pewangi). Oleskan salep seperti oil jelly sebanyak dua hingga tiga kali sehari.

3. Merawat luka. Gunakan pereda nyeri yang dijual bebas seperti asetaminofen, ibuprofen, atau naproxen.

Luka bakar derajat kedua

1. Mendinginkan luka. Rendam dalam air sejuk selama 10 sampai 15 menit. Gunakan kompres jika tidak tersedia air mengalir. Jangan oleskan es karena dapat menurunkan suhu tubuh dan menyebabkan rasa sakit serta kerusakan lebih lanjut. Jangan menekan lepuh atau mengoleskan mentega atau salep yang dapat menyebabkan infeksi.

2. Lindungi luka. Tutup longgar dengan perban steril anti-lengket. Kencangkan dengan kain kasa atau selotip.

3. Cegah syok. Kecuali korban mengalami cedera kepala, leher, atau kaki, baringkan di tempat datar. Tinggikan kaki sekitar 12 inci dan area luka di atas ketinggian jantung. Jika memungkinkan, tutupi orang tersebut dengan mantel atau selimut.

Luka bakar derajat ketiga

1. Lindungi luka. Tutup longgar dengan perban steril anti-lengket atau dengan lembaran bahan lain yang tidak akan meninggalkan serat pada luka. Jika jari yang terbakar, pisahkan dengan perban kering dan steril. Jangan merendam luka bakar dalam air atau mengoleskan apapun yang dapat menyebabkan infeksi.

2. Cegah syok. Kecuali korban mengalami cedera kepala, leher, atau kaki, baringkan di tempat datar. Tinggikan kaki sekitar 12 inci dan area luka di atas ketinggian jantung. Jika memungkinkan, tutupi orang tersebut dengan mantel atau selimut.

Jika luka bakar mengenai saluran napas, jangan letakkan bantal di bawah kepala saat berbaring. Jika luka bakar mengenai wajah, pastikan korban dalam posisi duduk. Periksa denyut nadi dan pernapasan untuk memantau syok sampai bantuan darurat tiba.

Diagnosis

Segera cari penanganan medis jika luka bakar:

Menutupi tangan, kaki, wajah, selangkangan, bokong, sendi utama, atau location tubuh yang luas

Mengenai semua lapisan kulit atau bahkan jaringan yang lebih dalam

Menyebabkan kulit terlihat kasar tampak hangus dan memiliki bercak hitam, coklat, atau putih

Disebabkan bahan kimia atau listrik sulit bernapas atau menyerang saluran napas

Selain itu, hubungi dokter jika:

Terdapat tanda-tanda infeksi, seperti keluar cairan dari luka, rasa sakit yang meningkat, kemerahan, dan bengkak

Luka bakar atau lecet tidak sembuh dalam kurun dua minggu

Muncul gejala baru tanpa sebab

Muncul jaringan parut (keloid).

Komplikasi

Komplikasi dari luka bakar yang dalam atau luas dapat meliputi hal di bawah ini:

Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan infeksi aliran darah (blood poisoning).

Kehilangan cairan, termasuk quantity darah rendah (hipovolemia).

Suhu tubuh sangat rendah (hipotermia).

Masalah pernapasan akibat udara panas atau asap

Bekas luka atau area bergerigi yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari jaringan parut (keloid).

Masalah tulang dan sendiri, di mana jaringan parut menyebabkan pemendekan atau pengencangan kulit, otot, atau tendon (kontraktur).

Pencegahan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan bakar:

– Hindari meninggalkan sesuatu di atas kompor tanpa pengawasan.

– Jangan menggendong anak saat memasak dekat kompor.

– Jauhkan cairan panas atau mengandung kimia dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

– Jauhkan peralatan listrik dari air.

– Jangan memanaskan botol bayi di microwave.

– Cabut peralatan listrik jika tidak digunakan.

– Tutup stopkontak listrik yang tidak sedang digunakan.

– Jauhkan kabel dan peralatan listrik dari anak-anak.

– Jangan merokok di area tempat tidur.

– Sediakan alat pemadam api di rumah.

– Gunakan kacamata dan pakaian pelindung jika menggunakan bahan kimia.

– Gunakan tabir surya jika pergi ke luar rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *