Gejala Ringan yang Banyak Dialami Lansia Setelah di Vaksin Covid-19

Pandu Riono: Tenaga Kesehatan Lansia Seharusnya Turut Divaksin Sinovac  Halaman all - Kompas.com

Healthek.com – Jakarta, Hingga kini, tak ada laporan soal gejala berat yang timbul pasca penyuntikan vaksin COVID-19, termasuk pada lansia. Dilaporkan, gejala yang timbul hanya berupa gejala ringan dan tergolong aman.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, efek yang paling banyak muncul setelah vaksinasi adalah mengantuk dan lapar. Beberapa lansia lainnya mengalami kemerahan dan gatal-gatal di area bekas penyuntikan.

Sedangkan gejala yang dirasakan seluruh tubuh bisa berupa mual, muntah, atau demam. Namun, kasus tersebut sedikit terjadi.

“5,7 Juta orang (dosis 1), 2,5 juta sudah mendapat suntikan kedua. Dari kurang lebih 7 juta yang pernah mendapat suntikan, itu laporan efek sampingnya tidak ada yang serius, yang berat,” ujarnya dalam talkshow serba-serbi vaksinasi COVID-19 untuk lansia, Selasa (23/3/2021).

Ia menyebut, hingga kini belum ditemui efek samping berat setelah vaksinasi COVID-19. Gejala yang muncul hanyalah berupa efek samping ringan.

Pun ada kabar soal lansia pingsan setelah disuntik vaksin, dr Nadia menyebut, hal tersebut disebabkan kecemasan, bukan karena prosedur atau kandungan vaksin.

“Pada saat divaksin jadi lemas, akhirnya pucat sampai pingsan. Cukup dengan terapi minum teh manis, itu rata-rata semua sudah normal kembali,” imbuhnya.

Kini vaksinasi COVID-19 berada di tahap 2 menyasar tenaga kesehatan (nakes), petugas layanan publik, dan lansia.

Menanggapi proses vaksinasi COVID-19 untuk lansia yang belum bisa dilakukan secara merata di Indonesia, dr Nadia menyebut hal tersebut disebabkan ketersediaan vaksin yang terbatas. Maka itu, vaksinasi harus dilakukan secara bertahap.

Salah satunya, dengan memprioritaskan golongan lansia dalam tahap vaksinasi yang sedang berlangsung.

“Pada dasarnya semua lansia akan mendapatkan vaksinasi, harap bersabar. Mungkin nanti ada tahap berikutnya untuk mengikuti program vaksinasi ini. Pemerintah sudah menjamin semua lansia mendapatkan vaksin,” ujar dr Nadia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *