Cara Yang Benar Saat Menggunakan Cairan Pembersih Tangan Atau Hand Sanitizer

Saat kebiasaan baru beradaptasi, pembersih tangan menjadi salah satu benda paling penting. Ini memastikan tangan Anda tetap bersih. Terutama ketika tidak ada tempat di mana Anda dapat mencuci tangan dengan sabun.

Namun, dalam menggunakan hand sanitizer tidak hanya menuangkannya dan dengan sembarangan menggosoknya di tangan saja. Ada cara yang benar untuk menggunakan pembersih tangan.

“Ketika menggunakan pembersih tangan atau hand sanitizer, yang terbaik adalah memprioritaskan pencucian yang tepat. Kita perlu mencuci tangan dengan sabun,” kata ahli jantung dan spesialis pembuluh darah Vito A Damay dalam presentasi video pribadinya.

“Caranya adalah gunakan cairan pembersih tangan. usapkan keseluruh telapak tangan, punggung tangan, di antara sela sela jari, ujung jari, dan di antara ibu jari dengan jari telunjuk. Ini karena tangan tempat virus atau kuman. “

Jangan hanya disemprot

Vito menekankan bahwa penggunaan pembersih tangan atau hand sanitizer lebih dari sekedar disemprotkan saja. Jari dan tangan juga harus dicuci dengan benar saat mencuci tangan dengan sabun.

“Jadi metodenya tidak hanya disemprotkan. Sesuai aturan cuci tangan juga. Untuk memastikan bahwa alkohol cair direndam di tangan dan tidak ada bagian yang terlewati,” kata dokter yang berpraktik diSiloam Hospital Lippo Village, Tangerang.

“Jika tangan kita benar-benar kotor setelah makan, cuci tangan di bawah keran dan pastikan untuk menggunakan sabun.”

Tangan juga harus bersih sebelum menggunakan atau memperbaiki posisi masker. Kita sering melihat orang lain memperbaiki posisi masker dengan tangan langsung, yang menyentuh bagian depan masker.

“Kita sering melihat orang lain memperbaiki posisi maskernya dari depan (menyentuh depan masker). Tapi sebenarnya pegang bagian di sampingnya,” ujar Vito.

Mitos atau Fakta Sarapan Atau Makan Sendirian Bisa Turunkan Berat Badan?

Menurunkan berat badan adalah sesuatu yang sulit bagi sebagian orang. Secara umum, berbagai metode dilakukan. Berolahraga untuk mengatur pola makan dan memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi sesuai dengan menu diet ketat.

Namun, ternyata ada cara mudah menurunkan berat badan yang tidak pernah Anda pikirkan, yaitu sarapan atau makan sendirian. Bagaimana mungkin

sebuah studi menemukan bahwa orang cenderung makan lebih banyak ketika mereka melakukannya bersama. Ini dikutip oleh The Times of India dan karena pengaruh pilihan makanan di lingkaran teman-teman sehingga membuat anda tanpa menyadarinya makan lebih banyak dari pada saat anda makan sendirian.

Dalam studi ini, para peneliti mengevaluasi 42 studi pemulihan sosial. Mereka mendapati bahwa orang makan lebih banyak dengan orang-orang terkasih karena mereka menikmati menghabiskan waktu bersama. Ini meningkatkan konsumsi makanan yang disebut “social facilitation”.

“Namun,” social facilitation “ini tidak biasa ketika makan dengan orang asing. Ini karena orang ingin membuat kesan positif pada orang asing dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih sedikit,” tulis studi tersebut.

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bagaimana pilihan makanan kita dapat dipengaruhi oleh semua orang yang bersama kita, teman dan keluarga. Ini tidak hanya mendorong kita untuk memilih makanan yang kurang sehat, tetapi juga untuk menyiapkan porsi yang kita makan lebih dari biasanya.

Resiko Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Manis Saat Buka Puasa

Jika Anda berbuka puasa, umumnya disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis. Karena tubuh membutuhkan gula untuk memenuhi kebutuhan energi yang hilang saat puasa.
Apakah ada batasan untuk makan manis saat berbuka puasa?
Menurut ahli gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Dr. Titi Sekarindah, MS, SpGK, direkomendasikan untuk berbuka puasa untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis, tetapi jangan berlebihan.

“bila kita terlalu banyak memakan yang manis maka perut akan menjadi kenyang maka kita tidak memiliki nafsu makan, dan terutama ketika kita memiliki kadar gula yang tinggi, itu berbahaya,” kata Dr. Titi.

Titi juga menjelaskan bahwa jika perut terasa kenyang sebelum makan makanan berat, itu akan mempengaruhi kualitas pada waktu sahur esok harinya.

“Memang, jika puasa adalah hal yang paling penting adalah waktu makan sahur, kadang karena terlalu kenyang waktu makan manis saat buka puasa karena kita makan terlalu banyak takjil, jadi waktu makan berat sudah larut malam dan dan pada saat makan sahur jadi makan lebih sedikit karena perut masih terasa kenyang.” kata Dr. Titi.

“Jadi nanti (stamina) bisa berkurang karena kekurangan makanan pada saat sahur,” katanya.