Tips Terbaik Cara Mengkonsumsi Vitamin dan Suplemen di Waktu yang Tepat

Pentingnya Vitamin dan Suplemen saat Pandemi COVID-19. Healthek.com

Healthek.com – Pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, menjaga kebugaran dan kesehatan merupakan hal yang perlu dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi berupa konsumsi vitamin dan suplemen.

Umumnya, vitamin dan suplemen ini dikonsumsi seseorang setiap pagi untuk mendapat manfaatnya seharian. Waktu dan cara konsumsi yang tepat perlu diperhatikan untuk mendapat manfaat luar biasa dari konsumsi vitamin dan suplemen ini.

Dilansir dari Goop, sebagian besar suplemen dan vitamin dapat bekerja efektif dengan makanan. Sebagian besar vitamin yang larut dengan lemak, bisa bekerja dengan efektif jika dikonsumsi dekat dengan jam makan.

Jenis vitamin yang bisa berdampak maksimal ketika dikonsumsi bersama dengan makanan ini adalah vitamin A, D, E, dan K. Khusus vitamin D, agar lebih maksimal, disarankan untuk mengonsumsinya dekat dengan ketika kamu makan dalam porsi cukup besar.

Demi terserapnya vitamin secara maksimal, pastikan kamu juga menyantap makanan yang mengandung lemak sebelumnya. Jenis makanan yang bisa membuat vitamin dan suplemen bekerja maksimal adalah telur, minyak zaitun, serta alpukat.

Jenis makanan lain yang bisa membuat suplemen bekerja maksimal adalah probiotik. Konsumsi suplemen dekat dengan waktu makan ini membantu membawa bakteri ke dalam usus sehingga terjadi proses sintesis dan juga menyehatkan tubuh.

Pentingnya Waktu Konsumsi

Dilansir dari The Checklist, waktu yang tepat dalam mengonsumsi makanan juga sangat penting untuk memaksimalkan manfaatnya. Sebagai contoh, vitamin C bisa menyebabkan mual dan masalah pencernaan ketika dikonsumsi pada saat perut kosong.

Pastikan juga untuk mengonsumsinya dekat dengan jam makan untuk memperoleh manfaatnya secara ideal. Pada suplemen berupa magnesium, kamu bisa mengonsumsinya setelah makan malam karena bisa membuatmu jadi lebih tenang dan santai.

Sejumlah vitamin seperti B6, CoQ10, dan suplemen peningkat metabolisme sebaiknya dikonsumsi di pagi hari karena meningkatkan energimu. Walau begitu, pastikan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan sekali minum. Dibanding mengonsumsinya langsung dalam jumlah besar pada pagi atau malam hari, minum suplemen dan vitamin tersebut beberapa kali dalam satu hari.

Pada suplemen yang larut di air, pastikan untuk cukup air minum agar bisa cepat mencernanya. Hal ini penting dilakukan pada saat mengonsumsi vitamin B dan C. Vitamin C juga diketahui bisa bekerja dengan baik bersama zat besi sehingga bisa dikonsumsi bersamaan.

Dokter Mengatakan Alasan Kenapa Lansia Lebih Sedikit Tidur Dibandingkan Usia Muda

Lansia Lebih Sedikit durasi tidur dibandingkan usia muda Healthek.com

Healthek.com – Semakin bertambahnya usia seseorang, terjadi sejumlah perubahan pada dirinya. Salah satunya adalah perubahan terkait jam tidur milik seseorang.

Dokter spesialis saraf dari RSUI, Pukovisa Prawirohardjo mengatakan, dibandingkan kelompok usia lainnya, waktu tidur pada lansia umumnya lebih sedikit.

” Waktu tidur lansia yang regular yaitu sekitar 6-7 jam sehari. Selain itu, pola tidur juga akan berubah seiring dengan pertambahan usia karena adanya penurunan fungsi jam inner dalam tubuh,” kata dia dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Di sisi lain, mereka yang sudah memasuki masa lanjut usia juga bisa mengalami gangguan tidur karena beberapa hal, misalnya sindrom kaki gelisah (RLS), kurangnya aktivitas fisik, terlalu lama tidur siang, adanya rasa sedih karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia, terlalu lama menatap layar ponsel sebelum tidur, atau sedang dirawat inap di rumah sakit.

Kondisi lingkungan juga dapat mempengaruhi, seperti adanya suara quantity tinggi yang mengganggu, cahaya kamar yang terlalu terang, serta tempat tidur tidak nyaman, konsumsi obat-obatan tertentu serta mengonsumsi kafein juga sangat mempengaruhi pola tidur seseorang. Selain itu, masalah medis seperti depresi, alzheimer, parkinson, kondisi menopause, dan nyeri sendi otot juga dapat menyebabkan gangguan tidur.

Kenali Gejala Awal Gangguan Tidur

Pukovisa mengatakan, beberapa tanda awal gangguan tidur antara lain kelelahan, gangguan konsentrasi, mudah tersinggung, mengantuk di siang hari, serta adanya perubahan perilaku.

“Bila gejala-gejala ini terus bertahan lebih dari 1 bulan atau sudah mempengaruhi aktivitas sehari-hari, sebaiknya untuk segera berkonsultasi ke dokter,” ujar dia.

Gejala awal gangguan tidur bisa diatasi dengan melakukan rest health sebelum tidur, yaitu dengan mengatur kondisi kamar tidur tetap sejuk dan tenang, mandi air hangat dan sikat gigi sebelum tidur. Pukovisa mengingatkan, tidur sangat bermanfaat bagi kesehatan otak dan saraf agar dapat berfungsi optimum.

Kualitas tidur yang baik ditandai dengan Anda yang tidak mudah terbangun di malam hari; tidak terbangun lebih awal, dan merasa segar ketika bangun tidur. Sementara dari sisi kuantitas, terdapat beberapa indikator waktu regular tidur. Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur 7-9 jam, sementara anak-anak bisa 10-13 jam.

Cukup tidur bisa menjadi cara untuk mengatasi dan mencegah munculnya masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikannya dan tidur secara cukup setiap hari.

Beberapa Jenis Olahraga yang Bisa Membuat Perpanjang Usia di Masa Pandemi

Healthek.com – Salah satu kebiasaan buruk yang banyak dilakukan seseorang terutama di masa pandemi ini adalah minimnya olahraga dengan gaya hidup kurang gerak. Padahal, salah satu cara untuk memperpanjang usia adalah dengan beraktivitas sebanyak mungkin secara rutin.

Dilansir dari Medical Daily, disebutkan bahwa orang dewasa butuh setidaknya 150 hingga 300 menit aktivitas fisik sedang setiap minggu. Aktivitas fisik sedang ini termasuk berlari, membawa barang belanjaan, product mengikuti kelas kebugaran.

Selain itu, disarankan untuk melakukan olahraga intensitas tinggi dengan olahraga memperkuat otot. Olahraga ini sebaiknya dilakukan dua kali dalam seminggu.

Di antara jenis olahraga lain, yoga exercise bisa menjadi pilihan pada masa karantina karena membantu menjaga kebugaran tubuh dan pikiran. Yoga exercise tak hanya bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, namun juga membuat kita mawas diri dengan pilihan gaya hidup.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap partisipan di atas usia 40 tahun yang melakukan yoga exercise selama lima tahun mengalami peningkatan fungsi kardiovaskular secara signifikan. Hasil temuan ini diperoleh dari Government Medical University di Nagpur, India.

Pentingnya Yoga exercise dan Makanan Sehat

Detak jantung serta tekanan darah tampak menurun pada partisipan yang melakukan yoga exercise secara rutin.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa yoga berhubungan dengan melambatnya penurunan fungsi kardiovaskular,” terang peneliti.

Konsumsi makanan sehat juga merupakan bagian penting dari hidup panjang umur. Menurut sebuah penelitian, yoha bisa membantu seseorang menjadi mawas diri terhadap pilihan makanan dan membantu pemulihan dari penyakit gangguan makan.

“Olahraga selalu merupakan strategi yang tepat bagi orang-orang yang kesulitan dengan perasaan ini karena bisa meningkatkan mood dan kesehatan.

Namun karena fitness center serta kelas latihan pada saat ini tutup, bahkan running dengan teman tidak disarankan, banyak orang mencari alternatif dan di sini lah yiga bisa membantu,” terang hasil penelitian tersebut.

Beberapa Langkah Mudah Untuk Memperbaiki Pola Makan yang Kamu Miliki

Contoh Makanan Sehat dan Tidak Sehat

Healthek.com – Salah satu cara agar tubuh tetap sehat dan bugar adalah dengan mengubah pola makan. Perubahan pola makan ini merupakan hal yang lebih mudah direncanakan dibanding dilakukan.

Mulai dari tekad untuk makan lebih banyak sayuran dan makanan sehat lainnya hingga mengurangi porsi makan. Semua hal tersebut merupakan cita-cita yang sudah kamu rencanakan selama beberapa waktu dan tak pernah terwujud.

Mengingat pentingnya pola makan ini untuk kesehatan tubuhmu secara keseluruhan, maka hal ini sangat penting untuk dilakukan. Oleh karena perlu dilakukan sejumlah penyesuaian agar kamu bisa mendapatkan pola makan yang lebih baik.

Untuk mendapatkan pola makan yang tepat ini, kamu bisa menerapkan tiga langkah sederhana untuk dilakukan. Dilansir dari Health24, berikut tiga langkah yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki pola makanmu.

Ketika sarapan, mulai ubah kebiasaan jajan di luar dengan konsumsi makanan sehat seperti sereal, yogurt, buah, atau sayur di rumah. Untuk menjaga agar kamu tidak jajan sembarangan, kamu sebaiknya juga membawa sejumlah makanan ini ketika ke sekolah atau bekerja.

Ubah Jenis Makanan yang Kamu Beli

Mulai ubah makanan atau bahan makanan yang kamu beli sehari-hari. Dengan memiliki dan menyimpan makanan sehat, kamu cenderung bakal mengonsumsi sejumlah makanan yang lebih sehat. Selain itu sebaiknya masak sejumlah bahan makanan yang kamu beli ini setidaknya sekali sehari untuk mendapat manfaat sehatnya.

Mengubah cara masak bisa menjadi awal untuk membiasakanmu mengonsumsi jenis makanan yang lebih sehat. Kamu bisa mengubah kebiasaan mengonsumsi makanan gorengan menjadi direbus atau dipanggang. Kamu juga bisa sekalian mengubah resepnya dan membuang sejumlah bahan makanan yang kurang menyehatkan.

Beberapa Penyebab Bangun Tidur Malah Membuat Badan Terasa Lelah dan Cara Mengatasinya

Sudah Tidur Cukup Tapi Masih Merasa Lelah? Mungkin Ini Sebabnya, Kenapa ya  Kira-kira? - Grid

Healthek.com – Dengan tidur, kita tentu berharap badan bisa kembali segar setelah bangun pada pagi hari.

Tapi, bukan menjadi hal yang aneh jika kita terkadang bangun tidur dengan perasaan sedikit puyeng. Bagi banyak orang, kondisi ini bisa diperbaiki dengan mandi atau minum air putih.

Namun, jika Anda sering mengalami bangun tidur dengan rasa lelah, terutama jika Anda terus merasa kelelahan sepanjang hari, mungkin ada hal lain yang sedang terjadi. Berikut ini adalah beberapa penyebab bangun tidur malah terasa lelah yang umum terjadi:

1. Inersia tidur

Pada beberapa kasus, rasa puyeng atau kelelahan saat bangun tidur di pagi hari terbilang lumrah. Kondisi ini merupakan bagian normal dari proses bangun tidur.

Sebab, otak Anda biasanya tidak langsung “bangun” setelah tidur. Di mana, otak membutuhkan transisi secara bertahap untuk masuk ke setting “terjaga”.

Selama masa transisi ini, Anda mungkin merasa pusing atau bingung. Jika Anda tidak berhati-hati, Anda dapat dengan mudah tertidur kembali.

Inersia tidur ini memperlambat keterampilan motorik dan kognitif Anda. Itulah sebabnya terkadang Anda merasa tidak mungkin melakukan apa word play here segera setelah Anda bangun.

Inersia tidur dapat berlangsung dari beberapa menit hingga lebih dari satu jam, meskipun biasanya membaik dalam 15 hingga 60 menit.

Ada beberapa hal yang bisa memicu inersia tidur, seperti: Tidak cukup tidur Bangun dengan tiba-tiba dari tidur nyenyak Memasang alarm lebih awal dari biasanya

Inersia tidur juga dapat diperburuk oleh gangguan tidur akibat kerja shift, rest apnea obstruktif, dan beberapa jenis gangguan tidur ritme sirkadian.

Inersia tidur memang merupakan bagian alami dari bangun tidur.

Tetapi, Anda pada dasarnya dapat membatasi efeknya dengan melakukan beberapa hal berikut:

Tidur nyenyak secara teratur Membatasi tidur siang kurang dari 30 menit Minum kopi atau minuman berkafein lainnya saat Anda bangun Jika gejala inersia tidur Anda berlanjut, sebaiknya segera temui dokter untuk mencari tahu penyebab masalah yang Anda dan membantu mengatasinya.

2. Paparan sinar biru

Sinar biru (blue light) adalah pencahayaan buatan yang memancarkan panjang gelombang biru.

Selama siang hari, paparan sinar biru dapat meningkatkan kewaspadaan dan suasana hati. Tapi ini mungkin bukanlah getaran yang Anda inginkan ketika Anda akan pergi tidur.

Paparan sinar biru bisa menekan sekresi melatonin, hormon yang membantu mengatur ritme sirkadian tubuh (siklus bangun-tidur).

Hal ini bisa mempersulit Anda untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, sehingga membuat Anda merasa lelah keesokan harinya. Untuk mengurangi dampak sinar biru pada tidur, Anda bisa melakukan beberapa hal ini:

Hindari menonton TV, bermain HP, bekerja dengan laptop selama dua atau tiga jam sebelum Anda pergi tidur Gunakan lampu merah redup di malam hari, yang tidak memiliki efek penekan melatonin Ekspos diri Anda pada banyak cahaya terang di siang hari Gunakan kacamata pemblokir sinar biru di malam hari atau aplikasi yang menyaring sinar biru jika Anda harus menggunakan elektronik di malam hari.

3. Lingkungan Tidur yang Buruk

Lingkungan tidur yang buruk dapat berdampak besar pada kualitas tidur anda.

Berikut ini yang perlu anda Perhatikan:

Masalah Kasur

Jika kelelahan pagi Anda disertai dengan kekakuan atau bagian tubuh yang pegal, kondisi kasur Anda bisa jadi adalah penyebabnya.

Penelitian menunjukkan bahwa kasur yang tidak terlalu keras maupun tidak terlalu empuk adalah pilihan yang terbaik.

Usia kasur Anda juga penting untuk diperhatikan. Sebuah studi kecil pada 2009 menemukan bahwa partisipan melaporkan kualitas tidur yang lebih baik dan lebih sedikit rasa sakit dan nyeri di pagi hari setelah tidur di kasur baru.

Ingatlah juga bahwa, kasur bisa menjadi rumah bagi alergen umum, seperti tungau debu yang dapat menyebabkan bersin dan batuk di malam hari, terutama pada penderita alergi dan asma.

Jadi demi kenyamanan tidur, sebaiknya ganti kasur Anda setiap 9 atau 10 tahun dan gunakan sarung kasur hipoalergenik jika Anda memiliki alergi.

Suhu kamar

Terlalu kepanasan atau kedinginan dapat menyebabkan kegelisahan dan membuat Anda sulit tertidur.

Jika Anda masih sulit tidur, menghangatkan kaki dengan memakai kaus kaki dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan menyesuaikan termostat internal Anda.

Jadi, ciptakan suhu optimum untuk kualitas tidur Anda. Anda bisa melakukannya dengan menjaga suhu kamar tidur di antara 16-19 derajat Celcius.

Suara keras Meskipun Anda tipe orang yang bisa tertidur dengan TELEVISION menyala, kebisingan masih dapat berdampak besar pada kualitas tidur Anda. Mengurangi kebisingan latar belakang diyakini dapat membantu meningkatkan jumlah tidur nyenyak yang Anda dapatkan setiap malam dan mengurangi frekuensi Anda bangun di malam hari.

4. Kebiasaan makan dan minum

Apa yang Anda konsumsi sebelum tidur dapat membuat Anda terjaga di malam hari dan membuat Anda merasa lelah di pagi hari.

Ini seperti:

Terlalu banyak kafein

Kafein adalah stimulan alami yang meningkatkan kewaspadaan. Terlalu banyak mengasup kafein di siang hari atau terlalu dekat dengan waktu tidur di antaranya dapat membuat Anda lebih sulit untuk tertidur, membuat lebih sulit untuk tetap tidur, dan sering pergi ke kamar mandi dalam semalam.

Kopi, coklat, dan teh tertentu serta minuman ringan semuanya mengandung kafein. Kafein juga dapat ditemukan dalam obat-obatan tertentu, termasuk beberapa resep dan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Agar kafein tidak mengganggu tidur Anda, Anda harus membatasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung senyawa ini, terutama menjelang waktu tidur.

Minum alkohol Alkohol terbukti memiliki efek penenang dan membuat Anda mengantuk, tetapi tidak membuat Anda tidur nyenyak.

Menurut Cleveland Facility, alkohol dapat meningkatkan frekuensi Anda bangun setelah efek relaksasi hilang dan mencegah Anda tidur nyenyak.

Semakin banyak alkohol yang Anda konsumsi sebelum tidur, maka kian mengganggu tidur Anda, meningkatkan kemungkinan Anda bangun dengan rasa lelah.

Jadi, hindari minum alkohol terutama di malam hari. Sering buang air kecil Minum terlalu banyak sesuatu yang terlalu dekat dengan waktu tidur bisa membuat Anda sering bangun untuk buang air kecil sepanjang malam. Ini juga dapat terjadi dalam situasi tertentu jika Anda menahan banyak cairan.

Buang air kecil berlebihan di malam hari (nokturia) juga bisa menjadi tanda kondisi medis yang mendasarinya.

Pada Saat Berpuasa yang Benar Bisa Mengurangi Kadar Lemak Jahat dalam Tubuh

6 Tipe Perut Wanita dan Cara Menjaganya Tetap Rata - Fashion & Beauty  Liputan6.com

Healthek.com – Berpuasa bisa menimbulkan sejumlah manfaat sehat bagi tubuh. Selain bisa menyehatkan lambung dan berbagai dampak lainnya, puasa juga diketahui bisa menurunkan kadar lemak jahat.

Saat puasa, waktu makan umumnya hanya dua kali. Hal ini dapat membantu berkurangnya asupan kalori. Selain itu, pola tidur berubah yang akan berpengaruh pada sistem hormone.

Seperti disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. Menurutnya, puasa dapat berpengaruh positif pada penyakit kronis dan seharusnya tubuh menjadi lebih sehat.

Ia menambahkan, saat buka puasa maka asupan makanan tetap harus diatur supaya mencukupi, bukan berlebih-lebihan.

” Buka puasa bukan berarti balas dendam karena tidak makan siang sehingga makan siangnya ditarik ke malam dan menjadi makan dua kali sebelum dan setelah sholat tarawih, itu tidak mendapatkan hikmah puasa Ramadhan,” ujar Ari beberapa waktu lalu.

Riset menunjukkan, lanjut Ari, jika puasa dilakukan dengan benar maka ada manfaat positif bagi tubuh. Salah satunya adalah penurunan low-density lipoprotein (LDL) atau lemak jahat. Di sisi existed kadar high-density lipoproteins (HDL) atau kolesterol baik akan meningkat dan baik untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler.

Penelitian Lainnya

Ari juga menyampaikan hasil penelitian lain yang menunjukkan adanya perubahan berat badan dan kadar lemak selama berpuasa pada pasien.

Sedang, hasil riset yang dilakukan oleh Ari dan rekan-rekannya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan pada orang yang berpuasa terjadi penurunan massa lemak, tapi masa healthy protein tidak.

” Nah ini hal yang positif, artinya kita tahu bahwa kalau memang kita berpuasa akan terjadi penghancuran lemak. Riset saya menunjukkan yang dihancurkan lemak saja karena kalau lemak ini sudah habis yang akan dihancurkan berikutnya adalah healthy protein.”

“Dan ternyata puasa kita yang 14 jam itu hanya lemak saja yang dihancurkan tidak terjadi penghancuran protein. Ini artinya (puasa) tidak akan memengaruhi daya tahan tubuh dan performa tubuh secara keseluruhan,” tandas Ari.

Beberapa Fakto yang Sering Menggagalkan Diet

Tipe Kepribadian Bisa Bikin Gagal Diet - Health Liputan6.com

Healthek.com – Beberapa orang mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badan meskipun sudah menerapkan diet plan defisit kalori dengan ketat.

Hal tersebut juga pernah dialami oleh Tina Haupert seorang penulis diet sehat dan pelatih kebugaran. Berikut kesalahan umum yang sering terjadi saat berusaha menurunkan berat badan diungkapkan oleh Tina Haupert, dikutip dari Health.

  • Tidak memerhatikan porsi dan kalori yang masuk

Sering ditemukan orang-orang yang beralih ke makanan sehat sudah merasa cukup untuk dapat menurunkan berat badan.

Tanpa disadari meskipun sudah beralih ke makanan sehat, makanan yang dikonsumsi ternyata dalam jumlah atau porsi yang sangat besar sehingga membuat tubuh tetap dalam kondisi yang sama.

Di beberapa kejadian juga seseorang telah memerhatikan porsi makan tetapi makanan yang ia pilih ternyata memiliki kalori yang sangat tinggi sehingga badan tidak akan kunjung mengalami penurunan berat badan.

  • Tidak memerhatikan nutrisi yang masuk

Memerhatikan kalori dan porsi makan memang penting untuk memulai diet plan penurunan berat badan. Meski begitu, harus diperhatikan juga kandungan nutrisi pada makanan tersebut.

Tidak heran jika banyak seseorang yang sudah makan cukup untuk memulai diet plan penurunan berat badan tetapi setelah beberapa saat badannya akan terasa lemas dan tidak berenergi.

” Alih-alih menghitung kalori, saya fokus untuk menambahkan lebih banyak makanan utuh, terutama buah-buahan dan sayuran yang kaya nutrisi, ke dalam diet plan saya, yang membantu saya mengurangi kalori sekaligus meningkatkan nutrisi pada saat yang bersamaan,” kata Haupert.

  • Tidak cukup makan di siang hari

Saat menjalankan diet Haupert mengaku ia berjanji makan dengan benar dan berolahraga setiap hari. Seringkali hal yang ia rencanakan di pagi hari berjalan dengan lancar.

“Saya akan bangun pagi untuk latihan yang memompa jantung dan membuat pilihan yang sehat dengan makanan saya sepanjang hari,” ungkapnya.

Namun setelah menjalani hari yang melelahkan dan tidak cukup makan di siang hari, seringkali hal tersebut dilampiaskan dengan memesan makanan yang berminyak atau memakan cemilan hingga larut makan karena sangat lapar.

“Jika saya tidak makan banyak makanan dan camilan sepanjang hari-yang mengandung karbohidrat penuh serat, healthy protein rendah lemak, dan lemak sehat-saya pasti akan makan berlebihan di penghujung hari,” katanya.

Beberapa Hal yang Tidak Terduga Bisa Menyebabkan Sering Mengalami Sakit Kepala

Apa Penyebab Sakit Kepala Sebelah Kanan? - Alodokter

Healthek.com – Sakit kepala atau pusing merupakan salah satu masalah keseahtan yang kerap terjadi. Bisa terdapat sejumlah hal yang memicu munculnya masalah di kepala ini.

Masalah sakit kepala ini merupakan masalah umum yang dialami oleh banyak orang dan kerap terasa sangat mengganggu. Intensitas parahnya maslaah ini bisa mulai tahap sedang hingga sangat parah dan menyakitkan.

Pada tahapan yang cukup parah, hal ini bisa berdampak pada sejumlah kondisi existed pada tubuh. Kamu bahkan juga bisa kesulitan untuk berkonsentrasi dan beraktivitas sehari-hari.

Salah satu penyebab utama dari sakit kepala ini adalah stres. Walau begitu, ketika sakit kepala ini terjadi secara cukup sering, terdapat sejumlah hal yang mungkin jadi biang keroknya. Dilansir dari Times of India, berikut sejumlah penyebab tak terduga kamu sering mengalami sakit kepala.

Minum Kopi Terlalu Banyak

Untuk meningkatkan fokus dan performa dalam bekerja, kopi merupakan salah satu minuman yang bisa kamu konsumsi. Walau begitu, konsumsi kopi secara berlebihan bisa jadi penyebab seringnya muncul sakit kepala ini.

Kafein bisa mempersempit pembuluh darah dan konsumsi kopi setiap hari bisa membuatmu menjadi kecanduan. Hal ini merupakan penyebab kamu sering mengalami sakit kepala ini.

Dehidrasi

Asupan air yang cukup merupakan hal sangat penting untuk tetap sehat dan bugar. Ketika kamu mengalami dehidrasi, hal ini bisa berujung pada sakit kepala.

Masalah Hormon

Pada beberapa kasus, turunnya tingkat hormon bisa jadi penyebab kamu mengalami sakit kepala. Jika estrogen yang kamu miliki cukup rendah, maka kamu bakal mengalami masalah ini. Salah satu penyebab menurunnya estrogen ini adalah kehamilan.

Postur Tak Tepat

Duduk dan tidur pada postur tubuh tak tepat juga merupakan hal yang bisa berujung sakit kepala. Selain itu, postur tubuh yang tak tepat juga bisa berujung masalah pencernaan, sakit punggung, serta nyeri di kaki.

Terlalu Banyak Menggunakan Device

Menatap layar laptot dan ponsel terus-menerus tidak hanya akan menyakiti mata saja tapi juga menyebabkan sakit kepala. Menatap gizmo terlalu lama bisa membuat mata menjadi tegang sehingga kamu mengalami sakit kepala.

Sejumlah hal tersebut tanpa kamu sadari bisa menyebabkan terjadinya sakit kepala. Perhatikan hal-hal tersebut jika kamu ingin terhindar dari sakit kepala yang kerap muncul.

Beberapa Cara Mudah agar Tidur Lebih Cepat Terlelap di Malam Hari

Terlelap Dalam 1 Menit, Ini Metode Unik Agar Cepat Tidur! - Beauty  Fimela.com

Healthek.com – Kondisi yang serba tak menentu seperti saat ini sering membuat kita menjadi lebih sulit tidur. Hal ini dialami walau kita menghabiskan lebih banyak waktu saat di rumah.

Kecemasan dan kekhawatiran yang kita miliki terkait pandemi COVID-19 menganggu kualitas tidur yang kita miliki. Hal ini membuat pada malam hari kita menjadi sulit tidur dan semakin cemas.

Hasilnya, pada pagi harinya kita terbangun dengan perasaan tidur tak nyenyak. Hal ini bakal berputar secara terus-menerus dan bisa berdampak pada kesehaan kita.

Agar pola tidur kita kembali normal dan sehat, perlu terjadi sejumlah perubahan pada hidup kita. Dilansir dari Harvard Health Blog, berikut sejumlah perubahan yang bisa dilakukan untuk kembali mendapat pola tidur yang sehat.

Bangun pada waktu yang sama setiap hari. Pola tidur yang teratur juga bisa membantu jam tidur alami tubuh. Sebagai tambahan, terapkan jadwal teratur untuk makan, olahraga, sera aktivitas lainnya.

  • Nikmati Cahaya Pagi

    Nikmati cahaya pagi dengan cara membuka jendela atau berjemur untuk membantu mengatur jam tubuh secara alami. Cahaya alami dari matahari bahkan di waktu mendung memiliki manfaat sangat besar bagi tubuh. Nikmati cahaya matahari setidaknya 15 hingga 20 menit setiap harinya.
  • Berolahraga

    Olahraga rutin setiap hari bisa meningkatkan kualitas tidur, menurunkan stres, serta meningkatkan mood. Jika kamu harus berolahraga di luar ruangan, pastikan untuk menjaga jarak dari orang si sekitarmu.
  • Jangan Tidur Siang

    Walau pada siang hari kamu mungkin mengantuk, namun sebaiknya jangan tidur siang. Jika memang sudah sangat mengantuk dan butuh tidur, sebaiknya batasi dalam waktu di bawah 30 menit.
  • Hindari Kafein di Sore dan Malam Hari

    Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda sebaiknya dihindari. Batasi konsumsinya sebelum jam dua siang agar kamu bisa tidur dengan nyenyak di amalm harinya.
  • Hindari Berita dan Penggunaan Alat Elektronik

    Sebelum tidur, sebaiknya hindari membaca berita serta penggunaan berbagai alat elektronik. Hal ini bisa membuatmu semakin khawatir dan cemas terhadap kondisi saat ini sehingga kamu kesulitan tidur. Penggunaan alat elektronik juga bisa membuatmu terjaga semakin lama.
  • Kurangi Asupan Alkohol

    Walau alkohol bisa menyebabkan kamu mengantuk, namun di malam harinya minuman ini bisa membuatmu sulit tertidur. Demi kualitas tidur yang baik, usahakan untuk menghindari minuman ini.
  • Buat Jadwal Sebelum Tidur

    Tubuh bakal bisa tidur lebih baik pada jam tertentu setiap malam. Kamu bisa membuat jadwal mengenai hal yang akan kamu lakukan pada esok hari sebelum tidur, cara ini bisa membantu mengatasi masalah pikiranmu.
  • Menurunkan Stres

    Menurunkan stres pada siang hari bisa membantu kamu mengalami kondisi tidur yang lebih baik di malam hari. Pada siang harinya, kamu bisa melakukan berbagai hal untuk menurunkan stres.
  • Buat Kondisi Tidur yang Nyaman

    Kondisi kamar bisa sangat berpengaruh terhadap kebiasaan tidurmu. Ketika kamar dalam kondisi nyaman, dingin, tenang, dan gelap, kamu bisa tidur dengan lebih efektif.

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Saat Latihan Fisik di Bulan Puasa

5 Olahraga Ringan di Pagi Hari, Buat Badanmu Jadi Sehat dan Bugar

Healthek.com – Berpuasa di bulan Ramadan bukan berarti anda harus berhenti melakukan latihan fisik rutin. Hal tersebut perlu tetap dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan sejumlah penyesuaian.

Dokter spesialis Kedokteran Olahraga Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) sekaligus staf pengajar di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Listya Tresnanti Mirtha menyebutkan salah satu penyesuaian adalah frekuensi latihan yang tidak sesering pada bulan-bulan biasanya.

“Intesitas latihan juga lebih ringan dari biasanya, waktu dibuat lebih singkat dan jenis latihan diutamakan yang bersifat aerobik,” ujar dia dalam seminar awam yang digelar RSUI via daring, beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Dari sisi frekuensi, Anda bisa melakukan latihan fisik tiga kali dalam seminggu dengan durasi 10-15 menit saat pagi setelah shalat subuh atau sore hari selama 30 menit menjelang waktu berbuka puasa. Pilihan latihannya, bisa berlari atau olahraga seperti sepak bola, atau latihan pembentukan otot.

Listya mengingatkan Anda untuk sebelumnya melakukan pemanasan selama 10-15 menit, diikuti latihan inti dan pendinginan selama 5-10 menit. Setelahnya, jangan lupa memeriksa denyut jantung Anda untuk mengetahui kemampuan maksimal kerja jantung. Caranya, dengan menghitung denyut nadi per 15 detik dan hasilnya dikali dengan 4.

Listya membantah anggapan berpuasa bisa mengganggu kinerja dan membuat seseorang menjadi tak produktif. Menurut dia, berpuasa bila juga diselingi latihan fisik sesuai anjuran pakar kesehatan akan membuat tubuh tetap bugar sekaligus memelihara produktivitas.

“Latihan fisik kaitannya dengan imunitas tubuh sekaligus menunda kemunulan difusngsi tubuh terkait penrtambahan usia, meningkatkan sirkulasi darah dan memiliki efek anti-inflamasi,” demikian terangnya.

Bersepeda secara teratur misalnya, diketahui membuat seseorang berisiko 15 persen lebih sedikit terkena serangan jantung daripada mereka yang bukan pengendara sepeda. Latihan ini juga bisa memperkuat otot jantung dan paru-paru, memperbaiki sirkulasi tubuh dan menurunkan kadar lemak darah.