Mengetahui Beberapa Manfaat Dari Ginkgo Biloba Untuk Menjaga Kesehatan

Mengetahui Beberapa Manfaat Dari Ginkgo Biloba Untuk Menjaga Kesehatan

healthek.com – Ginkgo biloba adalah salah satu tanaman herbal yang telah lama digunakan untuk menjaga kesehatan Melansir Mayo Clinic, ginkgo biloba mengandung antioksidan tinggi jenis flavonoid dan terpenoid.

Tanaman asal China ini biasanya dikonsumsi dalam bentuk suplemen tablet, ekstrak, kapsul, atau diseduh seperti teh. Kenali manfaat ginkgo biloba untuk kesehatan, peringatan penggunaan, sampai efek sampingnya.

Manfaat Ginkgo Biloba Untuk Kesehatan

Melansir Healthline, ada beberapa potensi manfaat ginkgo biloba untuk kesehatan, antara lain:

– Membantu melawan peradangan, terutama penyakit radang sendi, penyakit iritasi usus, kanker, penyakit jantung, dan stroke

– Meningkatkan kelancaran darah

– Membantu mengurangi gangguan kecemasan dan stres

– Membantu pengobatan alzheimer dan demensia

– Potensial untuk meningkatkan fokus dan memori

– Potensial untuk menjaga kesehatan mata, terutama mencegah masalah kesehatan mata terkait pertambahan usia

– Mengobati sakit kepala dan migrain, terutama yang disebabkan oleh stres

– Membantu mengobati peradangan pada saluran pernapasan

– Mengurangi gejala fisik dan psikologis menjelang haid atau saat PMS

– Membantu mengatasi disfungsi ereksi atau sex drive rendah.

Perlu diketahui, beberapa studi terkait manfaat ginkgo biloba di atas masih berupa penelitian terbatas, penelitian pada hewan, atau masih dalam tahap uji laboratorium.
Dibutuhkan riset penunjang agar hasil penelitian untuk manusia agar hasilnya lebih meyakinkan.

Efek Samping Ginkgo Biloba Dan Peringatan

Ginkgo biloba dalam dosis sedang atau sesuai anjuran umumnya aman dikonsumsi orang dewasa sehat. Namun, sebagian orang merasakan efek samping mengonsumsi ginkgo biloba, seperti:

– Sakit kepala

– Pusing

– Detak jantung meningkat

– Sakit perut

– Sembelit

– Reaksi alergi di kulit seperti gatal-gatal.

Perhatian, jangan sembarangan makan biji ginkgo biloba mentah karena rawan beracun.Hati-hati memberikan ginkgo biloba pada penderita epilepsi atau orang yang rawan kejang. Kandungan ginkgotoksin dalam biji dan daun ginkgo biloba bisa menyebabkan kejang.

Kalangan lansia yang punya gangguan pendarahan, ibu hamil, atau orang yang dioperasi sebaiknya juga tidak mengonsumsi ginkgo biloba. Selain itu, penderita diabetes yang ingin mengonsumsi bahan alami ini sebaiknya juga berkonsultasi ke dokter yang biasa menangani.

Interaksi Obat Dengan Ginkgo Biloba

Ginkgo biloba bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat, antara lain:.

– Mengurangi efektivitas obat untuk meredakan gangguan kecemasan, seperti alprazolam

– Meningkatkan risiko pendarahan ketika dikonsumsi bersamaan obat antikoagulan, antiplatelet, advil

– Menyebabkan kejang apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat penurun ambang kejang dan obat antikonvulsan

– Menurunkan efektivitas beberapa jenis obat antidepresan

– Mengurangi efektivitas beberapa jenis obat statin

– Mengubah respons obat diabetes mellitus.

Jika Anda mengonsumsi obat-obatan di atas, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter yang menangani sebelum mengonsumsi ginkgo biloba.

Mengetahui Gejala Lidah Gatal Dan Pencegahannya

Mengetahui Gejala Lidah Gatal Dan Pencegahannya

healthek.com – Lidah gatal merupakan sensasi gatal pada lidah yang dapat disebabkan oleh infeksi dan alergi. Kondisi ini merupakan keluhan yang cukup umum. Namun, pada beberapa kasus lidah gatal juga dapat menjadi tanda dari masalah kesehatan yang serius.

Gejala

Tergantung pada penyebabnya, menurut Healthline, Anda mungkin mengalami lidah gatal dengan gejala umum seperti:

. Kesemutan di mulut, lidah, atau tenggorokan Lidah, bibir, atau tenggorokan bengkak
. Lidah gatal
. Bersin Batuk kering
. Mata berair

Selain gejala di atas, perlu diketahui bahwa lidah gatal dapat disertai dengan reaksi alergi berbahaya yang memerlukan penanganan medis.

Penyebab

Melansir Healthline, berikut faktor-faktor atau beberapa kondisi yang dapat menyebabkan lidah, yaitu:

. Sariawan
Luka yang ditimbulkan oleh sariawan di lidah dapat memicu rasa gatal

. Alergi
Lidah gatal dapat disebabkan oleh alergi terhadap zat tertentu seperti makanan atau serbuk sari tertentu

. Anafilaksis
Merupakan reaksi alergi yang mengancam nyawa dan memerlukan perawatan medis. Reaksi anafilaksis dapat dimulai dengan gatal, kesemutan, atau pembengkakan di mulut setelah terpapar alergen

. Cedera
Cedera pada lidah dapat menyebabkan luka yang dalam proses pemulihannya dapat menimbulkan efek lidah gatal

. Mulut kering
Terjadi akibat berkurangnya produksi air liur di rongga mulut yang dapat menimbulkan berbagai masalah di mulut termasuk lidah kering, nyeri, dan gatal

. Oral thrush
Merupakan infeksi jamur Candida albicans yang terjadi di dalam mulut yang biasanya menyerang pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau belum terbentuk sempurna seperti pada bayi dan balita

. Infeksi virus
Ketika infeksi infection yang menyerang mulut, sistem kekebalan tubuh akan mengirimkan sel-sel khusus untuk menangkap dan menghancurkan infection yang masuk ke dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan lidah terasa gatal.

Diagnosis

Berdasarkan Medical News Today, berikut beberapa cara untuk melakukan medical diagnosis guna memastikan penyebab lidah gatal, yaitu:

. Pemeriksaan fisik
. Tes alergi, mengidentifikasi alergen spesifik yang harus dihindari
. Tes kultur, mendeteksi penyebab sariawan
. Tes darah, mengetahui penyebab yang mendasari lidah gatal
. Pengambilan sampel kecil dari tambalan di lidah untuk dianalisis.

Perawatan

Pada dasarnya pilihan pengobatan untuk mulut gatal bervariasi tergantung pada penyebabnya. Menurut Medical Information Today, beberapa perawatan lidah di antaranya:

. Obat antihistamin untuk meredakan gejala penyumbatan, bersin, dan gatal-gatal
. Epinefrin untuk reaksi gejala yang parah atau anafilaksis
. Obat antijamur untuk mengobati sariawan.

Pencegahan

Mengutip Healthline, dalam kasus tertentu, Anda dapat mencegah lidah gatal dengan cara berikut:

. Menghindari alergen Masak bahan makanan hingga matang sempurna
. Menyikat gigi dan flossing gigi secara teratur
. Menjaga kebersihan peralatan mulut seperti sikat gigi atau gigi palsu
. Berhenti merokok.

Demikianlah artikel kami tentang kesehatan yang membahas lidah gatal, Terima kasih sudah membaca artikel dari kami. Jika anda ingin berkomentar bisa mengisi di kolom komentar dan untuk anda yang ing menambah pengetahuan bisa ikuti terus artikel kami selanjutnya. Terima kasih dan salam sehat untuk anda semua.

Kenali Beberapa Gejala Kanker Anus Yang Harus Diketahui

Kenali Beberapa Gejala Kanker Anus Yang Harus Diketahui Sebelum Menjadi Parah

healthek.com – Kanker anus adalah kanker yang menyerang saluran anus atau rektum. Para peneliti telah mengidentifikasi bahwa kanker anus semakin umum terjadi pada orang-orang di bawah usia 50 tahun karena berbagai faktor.

Peningkatkan ini pada akhirnya membuat sejumlah pemerhati kesehatan menyarankan orang-orang untuk dapat melakukan screening kanker rectum dimulai pada usia 45 tahun, terutama bagi mereka yang dianggap lebih berisiko terkena penyakit berbahaya ini.

Orang-orang dengan usia ini juga dianjurkan dapat mengenali tanda atau gejala kanker anus untuk mendukung upaya diagnosis dini dan pengobatan sesegera mungkin atas penyakit ini.

Pasalnya, keterlambatan dalam diagnosis kanker anus bisa menjadi masalah besar. Seringkali hal itu menyebabkan kenker ditemukan pada stadium lebih lanjut sehingga semakin sulit ditangani.

Gejala kanker rectum

Tanda dan gejala kanker anus bisa jadi tidak spesifik. Artinya, gejala yang muncul bisa juga disebabkan oleh beberapa kondisi lain. Beberapa penyebabnya bahkan termasuk kondisi kurang serius. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi tanda atau gejala kanker rectum:

1. BAB Berdarah

Melansir Extremely Well Health, keluarnya darah dari rectum baik itu berwarna merah terang atau merah tua adalah gejala umum kanker anus.

Pendarahan ini mungkin terkait dengan keluarnya lendir di tinja juga. Namun, pendarahan mungkin tidak selalu terlihat, dan terkadang hanya terjadi pada skala mikroskopis (tidak dapat melihatnya dengan mata telanjang).

Tes yang disebut tes darah okultisme tinja atau fecal occult blood test (FOBT) dapat mendeteksi darah di tinja yang tidak dapat dilihat ini. Untuk diketahui, pendarahan anus memang bisa menjadi gejala kanker dubur.

Tetap, kondisi itu juga bisa terkait dengan masalah kesehatan yang tidak terlalu parah, seperti wasir inner dan fisura ani. Selain itu, ada juga beberapa makanan, seperti bit dan licorice merah yang dapat menyebabkan perubahan warna tinja yang menyerupai darah. Agar aman, selalu laporkan setiap perubahan warna tinja yang dicurigai ke dokter.

Sementara pendarahan akibat kanker dubur biasanya menyebabkan darah merah terang atau merah tua (hematochezia), jangan pernah abaikan tinja yang berwarna lebih gelap.

Pendarahan yang terjadi di usus besar dan lambung sering tampak hitam dan lembek (melena), atau menyerupai bubuk kopi. Gejala ini juga bisa menjadi tanda peringatan kondisi medis yang serius.

2. Perubahan Kebiasaan BAB

Gejala kanker anus umum lainnya adalah perubahan kebiasaan BAB. Ini bisa berupa diare, sembelit, atau peningkatan maupun penurunan frekuensi BAB. Dengan kanker rectum, diare cukup umum terjadi.

Poin penting dengan kebiasaan BAB adalah waspada terhadap perubahan BAB yang terjadi pada diri sendiri. Ini karena setiap orang memiliki kebiasaan BAB yang berbeda, dan apa yang regular untuk satu orang mungkin tidak untuk orang lain.

Perubahan kebiasaan BAB memang bisa menjadi tanda kanker anus Tapi, ada banyak kondisi existed yang bisa juga menyebabkan kondisi tersebut. Misalnya saja, masalah kecil seperti pola makan kurang sehat. Meski demikian, Anda sebaiknya dapat berkonsultasi dengan dokter saat mengalami perubahan kebiasaan BAB.

3. Tekanan Pada Anus

Gejala umum lain dari kanker rectum adalah adanya tekanan atau rasa penuh pada rectum. Tenesmus, yakni merasa seperti tidak dapat sepenuhnya mengosongkan isi perut atau tak tuntas BAB juga menjadi gejala kanker rectum. Massa di rektum dapat memberikan sensasi pengosongan yang tidak tuntas (tenesmus), bahkan jika Anda tidak perlu lagi BAB.

4. Tinja Berubah Tipis

Perubahan pola BAB berupa tinja tipis atau seperti pita maupun pensil dapat mengindikasikan adanya masalah dalam anus. Pertumbuhan lump atau kanker di usus besar atau rektum yang sebagian menghalangi saluran dapat mengubah ukuran dan bentuk tinja saat keluar dari tubuh. Kondisi lain yang juga dapat menyebabkan tinja tipis, yakni polip jinak besar atau wasir. Jika Anda mendapati perubahan pola BAB ini, sebaiknya jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.

5. Kram Dan Sembelit

Melansir Medical News Today, ketika growth di rectum tumbuh besar, hal itu dapat menyumbat sebagian atau seluruh saluran pembuangan ini. Hal ini dapat menyebabkan konstipasi parah dan kram yang semakin memburuk.

Sejumlah kecil tinja cair mungkin dapat melewati obstruksi, tetapi sensasi konstipasi akan tetap ada. Jika Anda mengeluarkan tinja cair dan merasa perlu mengeluarkan lebih banyak kotoran tetapi tidak bisa, sebaiknya segera temui dokter.

6. Gejala anemia

Pendarahan mikroskopis akibat kanker anus sering menyebabkan anemia. Sementara, anemia ini pada gilirannya dapat menyebabkan: Kelelahan (biasanya gejala pertama yang diperhatikan orang) atau kelemahan

. Sesak napas, seringkali hanya dengan aktivitas pada awalnya
. Pusing
. Sakit kepal
. Detak jantung tidak teratur.

Kebanyakan orang terkadang merasa lelah, tetapi kelelahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari bisa jadi merupakan gejala dari masalah medis yang mendasarinya.

7. Penurunan Berat Badan Yang Tidak Dapat Dijelaskan

Banyak orang menyambut baik penurunan berat badan yang tidak terduga. Tetapi, jika Anda kehilangan berat badan dan tidak mengubah pola makan atau olahraga, ada alasan untuk khawatir.

Penurunan berat badan yang tidak disengaja didefinisikan sebagai kehilangan lebih dari 5 persen dari berat badan Anda selama periode 6-12 bulan tanpa mencoba. Contohnya adalah orang dengan berat 90 kg kehilangan 4,5 kg selama periode enam bulan.

Namun, kanker rektum hanyalah salah satu kemungkinan penyebab gejala ini. Jadi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan selalu layak untuk dikonsultasikan dengan dokter.

Ingatlah bahwa meskipun kemungkinan Anda menderita kanker anus lebih tinggi jika mengalami lebih dari satu dari gejala di atas, mendapati hanya satu dari gejala tersebut adalah alasan yang cukup untuk dapat menemui dokter.

Tips Terbaik Cara Mengkonsumsi Vitamin dan Suplemen di Waktu yang Tepat

Pentingnya Vitamin dan Suplemen saat Pandemi COVID-19. Healthek.com

Healthek.com – Pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, menjaga kebugaran dan kesehatan merupakan hal yang perlu dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi berupa konsumsi vitamin dan suplemen.

Umumnya, vitamin dan suplemen ini dikonsumsi seseorang setiap pagi untuk mendapat manfaatnya seharian. Waktu dan cara konsumsi yang tepat perlu diperhatikan untuk mendapat manfaat luar biasa dari konsumsi vitamin dan suplemen ini.

Dilansir dari Goop, sebagian besar suplemen dan vitamin dapat bekerja efektif dengan makanan. Sebagian besar vitamin yang larut dengan lemak, bisa bekerja dengan efektif jika dikonsumsi dekat dengan jam makan.

Jenis vitamin yang bisa berdampak maksimal ketika dikonsumsi bersama dengan makanan ini adalah vitamin A, D, E, dan K. Khusus vitamin D, agar lebih maksimal, disarankan untuk mengonsumsinya dekat dengan ketika kamu makan dalam porsi cukup besar.

Demi terserapnya vitamin secara maksimal, pastikan kamu juga menyantap makanan yang mengandung lemak sebelumnya. Jenis makanan yang bisa membuat vitamin dan suplemen bekerja maksimal adalah telur, minyak zaitun, serta alpukat.

Jenis makanan lain yang bisa membuat suplemen bekerja maksimal adalah probiotik. Konsumsi suplemen dekat dengan waktu makan ini membantu membawa bakteri ke dalam usus sehingga terjadi proses sintesis dan juga menyehatkan tubuh.

Pentingnya Waktu Konsumsi

Dilansir dari The Checklist, waktu yang tepat dalam mengonsumsi makanan juga sangat penting untuk memaksimalkan manfaatnya. Sebagai contoh, vitamin C bisa menyebabkan mual dan masalah pencernaan ketika dikonsumsi pada saat perut kosong.

Pastikan juga untuk mengonsumsinya dekat dengan jam makan untuk memperoleh manfaatnya secara ideal. Pada suplemen berupa magnesium, kamu bisa mengonsumsinya setelah makan malam karena bisa membuatmu jadi lebih tenang dan santai.

Sejumlah vitamin seperti B6, CoQ10, dan suplemen peningkat metabolisme sebaiknya dikonsumsi di pagi hari karena meningkatkan energimu. Walau begitu, pastikan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan sekali minum. Dibanding mengonsumsinya langsung dalam jumlah besar pada pagi atau malam hari, minum suplemen dan vitamin tersebut beberapa kali dalam satu hari.

Pada suplemen yang larut di air, pastikan untuk cukup air minum agar bisa cepat mencernanya. Hal ini penting dilakukan pada saat mengonsumsi vitamin B dan C. Vitamin C juga diketahui bisa bekerja dengan baik bersama zat besi sehingga bisa dikonsumsi bersamaan.

Dokter Mengatakan Alasan Kenapa Lansia Lebih Sedikit Tidur Dibandingkan Usia Muda

Lansia Lebih Sedikit durasi tidur dibandingkan usia muda Healthek.com

Healthek.com – Semakin bertambahnya usia seseorang, terjadi sejumlah perubahan pada dirinya. Salah satunya adalah perubahan terkait jam tidur milik seseorang.

Dokter spesialis saraf dari RSUI, Pukovisa Prawirohardjo mengatakan, dibandingkan kelompok usia lainnya, waktu tidur pada lansia umumnya lebih sedikit.

“Waktu tidur lansia yang regular yaitu sekitar 6-7 jam sehari. Selain itu, pola tidur juga akan berubah seiring dengan pertambahan usia karena adanya penurunan fungsi jam inner dalam tubuh,” kata dia dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Di sisi lain, mereka yang sudah memasuki masa lanjut usia juga bisa mengalami gangguan tidur karena beberapa hal, misalnya sindrom kaki gelisah (RLS), kurangnya aktivitas fisik, terlalu lama tidur siang, adanya rasa sedih karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia, terlalu lama menatap layar ponsel sebelum tidur, atau sedang dirawat inap di rumah sakit.

Kondisi lingkungan juga dapat mempengaruhi, seperti adanya suara quantity tinggi yang mengganggu, cahaya kamar yang terlalu terang, serta tempat tidur tidak nyaman, konsumsi obat-obatan tertentu serta mengonsumsi kafein juga sangat mempengaruhi pola tidur seseorang. Selain itu, masalah medis seperti depresi, alzheimer, parkinson, kondisi menopause, dan nyeri sendi otot juga dapat menyebabkan gangguan tidur.

Kenali Gejala Awal Gangguan Tidur

Pukovisa mengatakan, beberapa tanda awal gangguan tidur antara lain kelelahan, gangguan konsentrasi, mudah tersinggung, mengantuk di siang hari, serta adanya perubahan perilaku.

“Bila gejala-gejala ini terus bertahan lebih dari 1 bulan atau sudah mempengaruhi aktivitas sehari-hari, sebaiknya untuk segera berkonsultasi ke dokter,” ujar dia.

Gejala awal gangguan tidur bisa diatasi dengan melakukan rest health sebelum tidur, yaitu dengan mengatur kondisi kamar tidur tetap sejuk dan tenang, mandi air hangat dan sikat gigi sebelum tidur. Pukovisa mengingatkan, tidur sangat bermanfaat bagi kesehatan otak dan saraf agar dapat berfungsi optimum.

Kualitas tidur yang baik ditandai dengan Anda yang tidak mudah terbangun di malam hari; tidak terbangun lebih awal, dan merasa segar ketika bangun tidur. Sementara dari sisi kuantitas, terdapat beberapa indikator waktu regular tidur. Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur 7-9 jam, sementara anak-anak bisa 10-13 jam.

Cukup tidur bisa menjadi cara untuk mengatasi dan mencegah munculnya masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikannya dan tidur secara cukup setiap hari.

Beberapa Jenis Olahraga yang Bisa Membuat Perpanjang Usia di Masa Pandemi

Healthek.com – Salah satu kebiasaan buruk yang banyak dilakukan seseorang terutama di masa pandemi ini adalah minimnya olahraga dengan gaya hidup kurang gerak. Padahal, salah satu cara untuk memperpanjang usia adalah dengan beraktivitas sebanyak mungkin secara rutin.

Dilansir dari Medical Daily, disebutkan bahwa orang dewasa butuh setidaknya 150 hingga 300 menit aktivitas fisik sedang setiap minggu. Aktivitas fisik sedang ini termasuk berlari, membawa barang belanjaan, product mengikuti kelas kebugaran.

Selain itu, disarankan untuk melakukan olahraga intensitas tinggi dengan olahraga memperkuat otot. Olahraga ini sebaiknya dilakukan dua kali dalam seminggu.

Di antara jenis olahraga lain, yoga exercise bisa menjadi pilihan pada masa karantina karena membantu menjaga kebugaran tubuh dan pikiran. Yoga exercise tak hanya bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, namun juga membuat kita mawas diri dengan pilihan gaya hidup.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap partisipan di atas usia 40 tahun yang melakukan yoga exercise selama lima tahun mengalami peningkatan fungsi kardiovaskular secara signifikan. Hasil temuan ini diperoleh dari Government Medical University di Nagpur, India.

Pentingnya Yoga exercise dan Makanan Sehat

Detak jantung serta tekanan darah tampak menurun pada partisipan yang melakukan yoga exercise secara rutin.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa yoga berhubungan dengan melambatnya penurunan fungsi kardiovaskular,” terang peneliti.

Konsumsi makanan sehat juga merupakan bagian penting dari hidup panjang umur. Menurut sebuah penelitian, yoha bisa membantu seseorang menjadi mawas diri terhadap pilihan makanan dan membantu pemulihan dari penyakit gangguan makan.

“Olahraga selalu merupakan strategi yang tepat bagi orang-orang yang kesulitan dengan perasaan ini karena bisa meningkatkan mood dan kesehatan.

Namun karena fitness center serta kelas latihan pada saat ini tutup, bahkan running dengan teman tidak disarankan, banyak orang mencari alternatif dan di sini lah yiga bisa membantu,” terang hasil penelitian tersebut.

Beberapa Masalah Kesehatan yang Menghantui Para Pekerja Shift Malam

Sering Kerja Shift Malam? Ini 9 Cara Jaga Tidur Tetap Baik untuk Tubuh  Halaman all - Kompas.com

Healthek.com – Jadwal kerja yang kamu miliki dapat berpengaruh pada kesehatanmu. Hal ini bukan hanya terjadi menyangkut durasi jam kerja namun juga waktu kamu melakukan pekerjaan ini.

Dilansir dari Medical Daily, jam kerja tak umum seperti jam kantor pada umumnya dapat menyebabkan masalah lebih lanjut. Hal ini terjadi pada jam kerja malam hari atau yang tidak sesuai dengan jam kantor pada umumnya.

Berdasar beberapa penelitian, diketahui beberapa masalah yang mungkin terjadi pada orang-orang dengan jam kerja tak biasa ini. Berikut empat potensi masalah kesehatan yang mungkin terjadi ketika bekerja di malam hari.

1. Kekurangan Tidur

Masalah kurang tidur merupakan salah satu hal yang pasti dialami oleh mereka yang bekerja di malam hari. Sebuah penelitian oleh University of Iowa pada tahun 2012 mengetahui bahwa polisi yang bekerja pada sif malam hari 14 kali lebih rentan tak mendapat cukup tidur dibanding yang bekerja pada sif siang.

Dari information tersebut, sebanyak 44 persen polisi yang bekerja pada sif siang memiliki kualitas tidur yang buruk. Sedangkan pada mereka yang bekerja sif siang, jumlah ini meningkat menjadi 60 persen dan meningkat lagi menjadi 69 persen pada polisi yang bekerja sif malam.

2. Memburuknya Kesehatan Mental

Telah diketahui bahwa kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan kelelahan dan masalah mood. Risiko ini bisa muncul walaupun pekerja yang melakukan jadwal sif malam sudah beristirahat secara cukup pagi harinya. Hal ini terjadi karena isolasi sosial yang dialami.

” Saya bekerja malam haru du rumah sakit dan memahami isolasi sosial yang menyertainya,” tulis James Hamblin, M.D.

Hal ini disebabkan karena ketika mendapat ajakan untuk bertemu dengan teman pada siang harinya namun kamu membutuhkan tidur. Namun jika kamu menuruti ajakan untuk bertemu tersebut maka kamu juga dapat kehilangan waktu tidurmu.

3. Diabetes Tipe 2

Berubahnya siklus tidur yang dialami juga berujung pada waktu makan serta perubahan pada tingkat stres. Hal ini dapat berujung pada tingkat gula darah.

Sebuah studi observasi di China menyebut bahwa pekerja sif malam memiliki risiko sembilan persen lebih tinggi dibanding rekan kerja mereka. Risiko ini juga bakal meningkat ketika terjadi pada pria.

4. Kanker

Pada tahun 2007, pekerjaan sif malam diklasifikasikan sebagai salah satu penyebab karsinogen. Hal ini membuat pekerja memiliki risiko lebih tinggi dalam berkembangnya kanker dibanding rekan-rekan mereka.

Meningkatnya risiko kanker ini disebut karena paparan cahaya yang mereka terima. Secara khusus, cahaya yang berasal dari perangkat elektronik terutama di malam hari merupakan penyebab dari munculnya kanker ini.

Itu lah empat masalah kesehatan yang mungkin mengintai kesehatanmu jika terlalu lama bekerja pada sif malam. Untuk menghindari berbagai hal tersebut, ubah jam kerja atau paling tidak lakukan perubahan dari jam siang ke malam secara bergantian untuk menghindari terjadinya hal tersebut.

Beberapa Langkah Mudah Untuk Memperbaiki Pola Makan yang Kamu Miliki

Contoh Makanan Sehat dan Tidak Sehat

Healthek.com – Salah satu cara agar tubuh tetap sehat dan bugar adalah dengan mengubah pola makan. Perubahan pola makan ini merupakan hal yang lebih mudah direncanakan dibanding dilakukan.

Mulai dari tekad untuk makan lebih banyak sayuran dan makanan sehat lainnya hingga mengurangi porsi makan. Semua hal tersebut merupakan cita-cita yang sudah kamu rencanakan selama beberapa waktu dan tak pernah terwujud.

Mengingat pentingnya pola makan ini untuk kesehatan tubuhmu secara keseluruhan, maka hal ini sangat penting untuk dilakukan. Oleh karena perlu dilakukan sejumlah penyesuaian agar kamu bisa mendapatkan pola makan yang lebih baik.

Untuk mendapatkan pola makan yang tepat ini, kamu bisa menerapkan tiga langkah sederhana untuk dilakukan. Dilansir dari Health24, berikut tiga langkah yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki pola makanmu.

Ketika sarapan, mulai ubah kebiasaan jajan di luar dengan konsumsi makanan sehat seperti sereal, yogurt, buah, atau sayur di rumah. Untuk menjaga agar kamu tidak jajan sembarangan, kamu sebaiknya juga membawa sejumlah makanan ini ketika ke sekolah atau bekerja.

Ubah Jenis Makanan yang Kamu Beli

Mulai ubah makanan atau bahan makanan yang kamu beli sehari-hari. Dengan memiliki dan menyimpan makanan sehat, kamu cenderung bakal mengonsumsi sejumlah makanan yang lebih sehat. Selain itu sebaiknya masak sejumlah bahan makanan yang kamu beli ini setidaknya sekali sehari untuk mendapat manfaat sehatnya.

Mengubah cara masak bisa menjadi awal untuk membiasakanmu mengonsumsi jenis makanan yang lebih sehat. Kamu bisa mengubah kebiasaan mengonsumsi makanan gorengan menjadi direbus atau dipanggang. Kamu juga bisa sekalian mengubah resepnya dan membuang sejumlah bahan makanan yang kurang menyehatkan.

Beberapa Penyebab Bangun Tidur Malah Membuat Badan Terasa Lelah dan Cara Mengatasinya

Sudah Tidur Cukup Tapi Masih Merasa Lelah? Mungkin Ini Sebabnya, Kenapa ya  Kira-kira? - Grid

Healthek.com – Dengan tidur, kita tentu berharap badan bisa kembali segar setelah bangun pada pagi hari.

Tapi, bukan menjadi hal yang aneh jika kita terkadang bangun tidur dengan perasaan sedikit puyeng. Bagi banyak orang, kondisi ini bisa diperbaiki dengan mandi atau minum air putih.

Namun, jika Anda sering mengalami bangun tidur dengan rasa lelah, terutama jika Anda terus merasa kelelahan sepanjang hari, mungkin ada hal lain yang sedang terjadi. Berikut ini adalah beberapa penyebab bangun tidur malah terasa lelah yang umum terjadi:

1. Inersia tidur

Pada beberapa kasus, rasa puyeng atau kelelahan saat bangun tidur di pagi hari terbilang lumrah. Kondisi ini merupakan bagian normal dari proses bangun tidur.

Sebab, otak Anda biasanya tidak langsung “bangun” setelah tidur. Di mana, otak membutuhkan transisi secara bertahap untuk masuk ke setting “terjaga”.

Selama masa transisi ini, Anda mungkin merasa pusing atau bingung. Jika Anda tidak berhati-hati, Anda dapat dengan mudah tertidur kembali.

Inersia tidur ini memperlambat keterampilan motorik dan kognitif Anda. Itulah sebabnya terkadang Anda merasa tidak mungkin melakukan apa word play here segera setelah Anda bangun.

Inersia tidur dapat berlangsung dari beberapa menit hingga lebih dari satu jam, meskipun biasanya membaik dalam 15 hingga 60 menit.

Ada beberapa hal yang bisa memicu inersia tidur, seperti: Tidak cukup tidur Bangun dengan tiba-tiba dari tidur nyenyak Memasang alarm lebih awal dari biasanya

Inersia tidur juga dapat diperburuk oleh gangguan tidur akibat kerja shift, rest apnea obstruktif, dan beberapa jenis gangguan tidur ritme sirkadian.

Inersia tidur memang merupakan bagian alami dari bangun tidur.

Tetapi, Anda pada dasarnya dapat membatasi efeknya dengan melakukan beberapa hal berikut:

Tidur nyenyak secara teratur Membatasi tidur siang kurang dari 30 menit Minum kopi atau minuman berkafein lainnya saat Anda bangun Jika gejala inersia tidur Anda berlanjut, sebaiknya segera temui dokter untuk mencari tahu penyebab masalah yang Anda dan membantu mengatasinya.

2. Paparan sinar biru

Sinar biru (blue light) adalah pencahayaan buatan yang memancarkan panjang gelombang biru.

Selama siang hari, paparan sinar biru dapat meningkatkan kewaspadaan dan suasana hati. Tapi ini mungkin bukanlah getaran yang Anda inginkan ketika Anda akan pergi tidur.

Paparan sinar biru bisa menekan sekresi melatonin, hormon yang membantu mengatur ritme sirkadian tubuh (siklus bangun-tidur).

Hal ini bisa mempersulit Anda untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, sehingga membuat Anda merasa lelah keesokan harinya. Untuk mengurangi dampak sinar biru pada tidur, Anda bisa melakukan beberapa hal ini:

Hindari menonton TV, bermain HP, bekerja dengan laptop selama dua atau tiga jam sebelum Anda pergi tidur Gunakan lampu merah redup di malam hari, yang tidak memiliki efek penekan melatonin Ekspos diri Anda pada banyak cahaya terang di siang hari Gunakan kacamata pemblokir sinar biru di malam hari atau aplikasi yang menyaring sinar biru jika Anda harus menggunakan elektronik di malam hari.

3. Lingkungan Tidur yang Buruk

Lingkungan tidur yang buruk dapat berdampak besar pada kualitas tidur anda.

Berikut ini yang perlu anda Perhatikan:

Masalah Kasur

Jika kelelahan pagi Anda disertai dengan kekakuan atau bagian tubuh yang pegal, kondisi kasur Anda bisa jadi adalah penyebabnya.

Penelitian menunjukkan bahwa kasur yang tidak terlalu keras maupun tidak terlalu empuk adalah pilihan yang terbaik.

Usia kasur Anda juga penting untuk diperhatikan. Sebuah studi kecil pada 2009 menemukan bahwa partisipan melaporkan kualitas tidur yang lebih baik dan lebih sedikit rasa sakit dan nyeri di pagi hari setelah tidur di kasur baru.

Ingatlah juga bahwa, kasur bisa menjadi rumah bagi alergen umum, seperti tungau debu yang dapat menyebabkan bersin dan batuk di malam hari, terutama pada penderita alergi dan asma.

Jadi demi kenyamanan tidur, sebaiknya ganti kasur Anda setiap 9 atau 10 tahun dan gunakan sarung kasur hipoalergenik jika Anda memiliki alergi.

Suhu kamar

Terlalu kepanasan atau kedinginan dapat menyebabkan kegelisahan dan membuat Anda sulit tertidur.

Jika Anda masih sulit tidur, menghangatkan kaki dengan memakai kaus kaki dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan menyesuaikan termostat internal Anda.

Jadi, ciptakan suhu optimum untuk kualitas tidur Anda. Anda bisa melakukannya dengan menjaga suhu kamar tidur di antara 16-19 derajat Celcius.

Suara keras Meskipun Anda tipe orang yang bisa tertidur dengan TELEVISION menyala, kebisingan masih dapat berdampak besar pada kualitas tidur Anda. Mengurangi kebisingan latar belakang diyakini dapat membantu meningkatkan jumlah tidur nyenyak yang Anda dapatkan setiap malam dan mengurangi frekuensi Anda bangun di malam hari.

4. Kebiasaan makan dan minum

Apa yang Anda konsumsi sebelum tidur dapat membuat Anda terjaga di malam hari dan membuat Anda merasa lelah di pagi hari.

Ini seperti:

Terlalu banyak kafein

Kafein adalah stimulan alami yang meningkatkan kewaspadaan. Terlalu banyak mengasup kafein di siang hari atau terlalu dekat dengan waktu tidur di antaranya dapat membuat Anda lebih sulit untuk tertidur, membuat lebih sulit untuk tetap tidur, dan sering pergi ke kamar mandi dalam semalam.

Kopi, coklat, dan teh tertentu serta minuman ringan semuanya mengandung kafein. Kafein juga dapat ditemukan dalam obat-obatan tertentu, termasuk beberapa resep dan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Agar kafein tidak mengganggu tidur Anda, Anda harus membatasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung senyawa ini, terutama menjelang waktu tidur.

Minum alkohol Alkohol terbukti memiliki efek penenang dan membuat Anda mengantuk, tetapi tidak membuat Anda tidur nyenyak.

Menurut Cleveland Facility, alkohol dapat meningkatkan frekuensi Anda bangun setelah efek relaksasi hilang dan mencegah Anda tidur nyenyak.

Semakin banyak alkohol yang Anda konsumsi sebelum tidur, maka kian mengganggu tidur Anda, meningkatkan kemungkinan Anda bangun dengan rasa lelah.

Jadi, hindari minum alkohol terutama di malam hari. Sering buang air kecil Minum terlalu banyak sesuatu yang terlalu dekat dengan waktu tidur bisa membuat Anda sering bangun untuk buang air kecil sepanjang malam. Ini juga dapat terjadi dalam situasi tertentu jika Anda menahan banyak cairan.

Buang air kecil berlebihan di malam hari (nokturia) juga bisa menjadi tanda kondisi medis yang mendasarinya.

Malaysia Menyatakan Darurat Covid-19, Apa Penyebabnya ?

ICU Hampir Penuh karena Corona, Malaysia Lockdown Lokal

Healthek.com – Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan, kenaikan kasus yang dialami Malaysia karena adanya kelelahan pandemi atau pandemic fatigue.

Ia menyebutkan, dalam sebulan terakhir kasus COVID-19 melonjak. Pada April 2021, kata dia, ada penambahan 61.984 kasus infeksi virus corona dan 235 orang meninggal dunia.

“Lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini antara lain disebabkan oleh kelelahan pandemi,” tutur Noor, seperti dikutip dari laman The Star.

Akibat kelelahan pandemi yang dialami masyarakat, menurut Moor, masyarakat menjadi terlena dan abai terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Hal ini menjadi pemicu naiknya angka kasus COVID-19.

Selain itu, pelonggaran aturan juga berperan dalam peningkatan kasus.

“Selain itu, aturan dilonggarkan, sektor ekonomi dibuka kembali, diadakan temu massal. Ini berkontribusi terhadap lonjakan kasus di mana-mana,” kata dia.

Lanjut Noor, dengan temuan mutasi baru virus Corona, ini menambah kekhawatiran menghadapi situasi sekarang. Rumah sakit-rumah sakit juga berjuang menangani pasien.

“Kapasitas rumah sakit negara juga sedang berjuang, dengan banyak rumah sakit Lembah Klang melaporkan lebih dari 70 persen tingkat penggunaan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU),” ujar dia.

Secara keseluruhan, Malaysia mencatat 2.500 kasus baru per Senin (3/5/2021), sehingga total kasus menjadi 417.512.

Kementerian Kesehatan Malaysia juga mendeteksi sembilan klaster baru, sehingga jumlah klaster aktif menjadi 398 klaster.

Dari klaster baru, tiga di antaranya adalah terkait dengan tempat kerja, terkait dengan sektor pendidikan, dan terakhir terdeteksi di pusat penahanan di Jelapang, Perak.

Apa itu pandemi tiredness?

Mengutip laman WHO, pandemic exhaustion sebagaimana yang dialami oleh masyarakat Malaysia merupakan munculnya demotivasi untuk berbagai langkah perlindungan yang direkomendasikan.

Kondisi ini pun muncul secara bertahap dari waktu ke waktu yang dipengaruhi emosi, pengalaman dan persepsi.

Akibat pandemic tiredness, banyak orang-orang mulai mengabaikan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak fisik yang sebelumnya dipatuhi.