Beberapa Penyebab Rasa Sakit saat Buang Air Besar dan Cara Mengatasinya

Berbagai masalah mungkin kita alami ketika kita sedang melakukan buang air besar. Hal ini bisa berupa rasa panas saat buang air besar, diare, atau bahkan munculnya rasa sakit.

Masing-masing kendala buang air besar yang kamu alami tersebut tidak bisa diremehkan. Mungkin saja hal tersebut menjadi tanda adanya suatu masalah kesehatan pada dirimu.

Munculnya rasa sakit ini juga perlu memperhatikan gejala lain yang menyertai. Hal ini penting untuk menjelaskan secara tepat masalah kesehatan yang kamu alami.

Niket Sonpal, MD, dokter penyakit dalam dari New York, dilansir dari Livestrong menyebut kemungkinan penyebab munculnya masalah kesehatan ini. Berikut sejumlah hal yang mungkin menjadi penyebab masalahmu.

Konstipasi dan Diare

  • Konstipasi

    Penyebab utama dari munculnya rasa sakit ketika buang air besar adalah konstipasi.

“Konstipasi menyakitkan untuk dua alasan: Rasa tegang saat mengejan serta kondisi tinja yang mengeras,” terang dr. Sonpal.

“Tinja yang terlalu keras atau besar untuk lewat bisa menyebabkan rasa sakit saat buang air karena otot menegang,” sambungnya.

Ketika kamu duduk atau jongkok di toilet terlalu lama, tekanan pada rektum bagian bawah bisa meningkat sehingga bisa menyebabkan wasir.

Cara Mengatasinya: Konsumsi makanan tinggi serat, minum cukup air setiap hari, serta olahraga teratur bisa membantu mengatasi masalahmu. Selain itu, hinfari duduk dan mengejan terlalu lama pada saat di toilet.

  • Diare

Sama seperti konstipasi, diare juga bisa menyebabkan rasa tak nyaman ketika di toilet.

“Karena diare mempercepat proses pencernaan, makanan kerap kali tidak tercerna sepenuhnya,” terang dr. Sonpal.

Hal ini bisa menyebabkan asam lambung, enzim pencernaan, serta wasir muncul dan menyebabkan rasa erbakar di rektum saat buang air besar. Hal ini bisa semakin diperparah ketika kamu mengonsumsi makanan pedas.

“Makanan yang belum diproses sepenuhnya mungkin menyebabkan trauma fisik pada rektum sehingga berujung terjadinya sakit,” terang dr. Sonpal.

“Makanan besar, kasar serta memiliki biji, cangkang atau lapisan luar juga bisa membuat luka dan lecet bagian jaringan halus di rektum,” sambungnya.

Cara Mengatasinya: Untuk mengtasi diare, konsumsi makanan tinggi serat untuk memadatkan tinja dan meningkatkan penyerapan cairan.

  • Wasir

    Wasir bisa menyebabkan kamu selalu mengalami masalah terutama rasa sakit pada saat buang air besar.

“Wasir merupakan pembengkakan pembuluh darah pada bagian bawah rektum dan anus,” terang dr. Sonpal.

“Dinding pembuluh darah seringnya menegang hingga menjadi sangat tipis sehingga pembuluh darah mengalami iritasi terutama pada saat buang air besar,” sambungnya.

Cara Mengatasinya: Kondisi wasir yang ringan hanya menyebabkan rasa sakit ketika buang air besar yang bisa hilang dengan sendirinya. Namun pada wasir yang parah, rasa sakit ini bisa terjadi sepanjang hari dan membutuhkan pengobatan.

  • Luka di Bagian Anus

Ketika rasa sakit muncul pada saat buang air besar, mungkin kamu mengalami fisura anal atau luka sobek kecil di bagian anus.

“Fisura anal merupakan sobekan luka di anus, mengekspos garis halus di sfingter anal,” terang dr. Sonpal.

“Luka sobek ini mungkin bisa menyebabkan otot mengejan yang menarik bagian ujung fisura,” sambungnya.

Cara Mengatasinya: Masalah ini bisa diatasi dengan sejumlah cara seperti meningkatkan asupan serat dan cairan untuk melembekkan tinja. Hal ini bisa membuat tinja lebih mudah dan cepat keluar. Penggunaan salep dan merendam air hangat bisa sangat membantu dalam mengatasi masalah ini.

  • Masalah Otot Pinggul

Masalah otot pinggul juga bisa memunculkan rasa sakit ketika buang air besar.

“Ketika terjadi disfungsi pada otot pinggul, seseorang akan kesulitan mengontol otot yang membantu dalam buang air besar,” terang dr. Sonpal.

Selain rasa tak nyaman saat buang air besar, kamu juga mungkin mengalami rasa sakit di punggung bagian bawah, pinggul, serta konstipasi.

Cara mengatasinya: Dr. Sonpal mengatakan bahwa penanganan biasanya melibatkan perubahan perubahan perilaku (seperti hindari mengejan saat buang air besar), belajar untuk merilekskan otot dinding pinggul, mandi air hangat, yoga, terapi fisik, serta konsunsi obat seperti diazepam,” sambungnya

  • Masalah Kulit

Secara mengejutkan, masalah kulit seperti psoriasis, eksim, serta kutil juga bisa terjadi pada bagian anus.

“Rasa sakit, gatal, dan pendarahan bisa muncul sebelum, setelah, serta saat buang air besar di area sekitar anus,” terang dr. Sonpal.

Cara Mengatasinya: Untuk diagnosis dan perawatan yang lebih tepat, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dermatologis

  • Penyakit Menular Seksual

“Penyakit menular seksual juga bisa berdampak pada area anal dan menyebabkan rasa sakit pada saat ke kamar mandi,” terang dr. Sonpal.

Sebagai contohm klamidia di rektum bisa menyebabkan munculnya cairan dan rasa tak nyaman saat buang air besar.

Cara Mengatasinya: Walau sejumlah gejala bisa diatasi, namun sebaiknya segera menemui dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat

  • Kanker Anus

Walau jarang terjadi, kanker anus bisa menimbulkan munculnya rasa sakit ketika buang air besar. Keberadaan tumor bisa menyebabkan pendarahan perubahan kebiasaan buat air serta rasa sakit seiring waktu.

Cara Mengatasinya: Munculnya rasa sakit di anus atau pendarahan yang tidak berkurang, kamu disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *