Resiko Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Manis Saat Buka Puasa

Jika Anda berbuka puasa, umumnya disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis. Karena tubuh membutuhkan gula untuk memenuhi kebutuhan energi yang hilang saat puasa.
Apakah ada batasan untuk makan manis saat berbuka puasa?
Menurut ahli gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Dr. Titi Sekarindah, MS, SpGK, direkomendasikan untuk berbuka puasa untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis, tetapi jangan berlebihan.

“bila kita terlalu banyak memakan yang manis maka perut akan menjadi kenyang maka kita tidak memiliki nafsu makan, dan terutama ketika kita memiliki kadar gula yang tinggi, itu berbahaya,” kata Dr. Titi.

Titi juga menjelaskan bahwa jika perut terasa kenyang sebelum makan makanan berat, itu akan mempengaruhi kualitas pada waktu sahur esok harinya.

“Memang, jika puasa adalah hal yang paling penting adalah waktu makan sahur, kadang karena terlalu kenyang waktu makan manis saat buka puasa karena kita makan terlalu banyak takjil, jadi waktu makan berat sudah larut malam dan dan pada saat makan sahur jadi makan lebih sedikit karena perut masih terasa kenyang.” kata Dr. Titi.

“Jadi nanti (stamina) bisa berkurang karena kekurangan makanan pada saat sahur,” katanya.

Info Terkini Corona Di Indonesia Per 01 April: 1.677 Positif, 103 Sembuh, 157 Meninggal

Jumlah kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada Rabu (1 April, 2020), 1.677 kasus positif telah didaftarkan, 103 sembuh dan 157 meninggal.
“Masih memberikan bukti bahwa siaran luar akan berlanjut,” kata juru bicara pemerintah untuk menanganan virus corona COVID-19 Achmad Yurianto pada konferensi pers jaringan di BNPB. , Rabu (01 april 2020).

tercatat Jumlah kasus positif mengalami jumlah peningkatan 149 kasus, yang menyebabkan pertumbuhan kumulatif menjadi 1.677. DKI Jakarta tercatat menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi kasus Positif Virus Corono atau Covid-19.

22 Pasien dinyatakan sembuh jadi total pasien sembuh 103 orang. Sementara pasien meninggal, meningkat dari 21 kasus saat ini menjadi 157 kasus.