Beberapa Masalah Kesehatan yang Menghantui Para Pekerja Shift Malam

Sering Kerja Shift Malam? Ini 9 Cara Jaga Tidur Tetap Baik untuk Tubuh  Halaman all - Kompas.com

Healthek.com – Jadwal kerja yang kamu miliki dapat berpengaruh pada kesehatanmu. Hal ini bukan hanya terjadi menyangkut durasi jam kerja namun juga waktu kamu melakukan pekerjaan ini.

Dilansir dari Medical Daily, jam kerja tak umum seperti jam kantor pada umumnya dapat menyebabkan masalah lebih lanjut. Hal ini terjadi pada jam kerja malam hari atau yang tidak sesuai dengan jam kantor pada umumnya.

Berdasar beberapa penelitian, diketahui beberapa masalah yang mungkin terjadi pada orang-orang dengan jam kerja tak biasa ini. Berikut empat potensi masalah kesehatan yang mungkin terjadi ketika bekerja di malam hari.

1. Kekurangan Tidur

Masalah kurang tidur merupakan salah satu hal yang pasti dialami oleh mereka yang bekerja di malam hari. Sebuah penelitian oleh University of Iowa pada tahun 2012 mengetahui bahwa polisi yang bekerja pada sif malam hari 14 kali lebih rentan tak mendapat cukup tidur dibanding yang bekerja pada sif siang.

Dari information tersebut, sebanyak 44 persen polisi yang bekerja pada sif siang memiliki kualitas tidur yang buruk. Sedangkan pada mereka yang bekerja sif siang, jumlah ini meningkat menjadi 60 persen dan meningkat lagi menjadi 69 persen pada polisi yang bekerja sif malam.

2. Memburuknya Kesehatan Mental

Telah diketahui bahwa kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan kelelahan dan masalah mood. Risiko ini bisa muncul walaupun pekerja yang melakukan jadwal sif malam sudah beristirahat secara cukup pagi harinya. Hal ini terjadi karena isolasi sosial yang dialami.

” Saya bekerja malam haru du rumah sakit dan memahami isolasi sosial yang menyertainya,” tulis James Hamblin, M.D.

Hal ini disebabkan karena ketika mendapat ajakan untuk bertemu dengan teman pada siang harinya namun kamu membutuhkan tidur. Namun jika kamu menuruti ajakan untuk bertemu tersebut maka kamu juga dapat kehilangan waktu tidurmu.

3. Diabetes Tipe 2

Berubahnya siklus tidur yang dialami juga berujung pada waktu makan serta perubahan pada tingkat stres. Hal ini dapat berujung pada tingkat gula darah.

Sebuah studi observasi di China menyebut bahwa pekerja sif malam memiliki risiko sembilan persen lebih tinggi dibanding rekan kerja mereka. Risiko ini juga bakal meningkat ketika terjadi pada pria.

4. Kanker

Pada tahun 2007, pekerjaan sif malam diklasifikasikan sebagai salah satu penyebab karsinogen. Hal ini membuat pekerja memiliki risiko lebih tinggi dalam berkembangnya kanker dibanding rekan-rekan mereka.

Meningkatnya risiko kanker ini disebut karena paparan cahaya yang mereka terima. Secara khusus, cahaya yang berasal dari perangkat elektronik terutama di malam hari merupakan penyebab dari munculnya kanker ini.

Itu lah empat masalah kesehatan yang mungkin mengintai kesehatanmu jika terlalu lama bekerja pada sif malam. Untuk menghindari berbagai hal tersebut, ubah jam kerja atau paling tidak lakukan perubahan dari jam siang ke malam secara bergantian untuk menghindari terjadinya hal tersebut.

Beberapa Langkah Mudah Untuk Memperbaiki Pola Makan yang Kamu Miliki

Contoh Makanan Sehat dan Tidak Sehat

Healthek.com – Salah satu cara agar tubuh tetap sehat dan bugar adalah dengan mengubah pola makan. Perubahan pola makan ini merupakan hal yang lebih mudah direncanakan dibanding dilakukan.

Mulai dari tekad untuk makan lebih banyak sayuran dan makanan sehat lainnya hingga mengurangi porsi makan. Semua hal tersebut merupakan cita-cita yang sudah kamu rencanakan selama beberapa waktu dan tak pernah terwujud.

Mengingat pentingnya pola makan ini untuk kesehatan tubuhmu secara keseluruhan, maka hal ini sangat penting untuk dilakukan. Oleh karena perlu dilakukan sejumlah penyesuaian agar kamu bisa mendapatkan pola makan yang lebih baik.

Untuk mendapatkan pola makan yang tepat ini, kamu bisa menerapkan tiga langkah sederhana untuk dilakukan. Dilansir dari Health24, berikut tiga langkah yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki pola makanmu.

Ketika sarapan, mulai ubah kebiasaan jajan di luar dengan konsumsi makanan sehat seperti sereal, yogurt, buah, atau sayur di rumah. Untuk menjaga agar kamu tidak jajan sembarangan, kamu sebaiknya juga membawa sejumlah makanan ini ketika ke sekolah atau bekerja.

Ubah Jenis Makanan yang Kamu Beli

Mulai ubah makanan atau bahan makanan yang kamu beli sehari-hari. Dengan memiliki dan menyimpan makanan sehat, kamu cenderung bakal mengonsumsi sejumlah makanan yang lebih sehat. Selain itu sebaiknya masak sejumlah bahan makanan yang kamu beli ini setidaknya sekali sehari untuk mendapat manfaat sehatnya.

Mengubah cara masak bisa menjadi awal untuk membiasakanmu mengonsumsi jenis makanan yang lebih sehat. Kamu bisa mengubah kebiasaan mengonsumsi makanan gorengan menjadi direbus atau dipanggang. Kamu juga bisa sekalian mengubah resepnya dan membuang sejumlah bahan makanan yang kurang menyehatkan.

Beberapa Penyebab Bangun Tidur Malah Membuat Badan Terasa Lelah dan Cara Mengatasinya

Sudah Tidur Cukup Tapi Masih Merasa Lelah? Mungkin Ini Sebabnya, Kenapa ya  Kira-kira? - Grid

Healthek.com – Dengan tidur, kita tentu berharap badan bisa kembali segar setelah bangun pada pagi hari.

Tapi, bukan menjadi hal yang aneh jika kita terkadang bangun tidur dengan perasaan sedikit puyeng. Bagi banyak orang, kondisi ini bisa diperbaiki dengan mandi atau minum air putih.

Namun, jika Anda sering mengalami bangun tidur dengan rasa lelah, terutama jika Anda terus merasa kelelahan sepanjang hari, mungkin ada hal lain yang sedang terjadi. Berikut ini adalah beberapa penyebab bangun tidur malah terasa lelah yang umum terjadi:

1. Inersia tidur

Pada beberapa kasus, rasa puyeng atau kelelahan saat bangun tidur di pagi hari terbilang lumrah. Kondisi ini merupakan bagian normal dari proses bangun tidur.

Sebab, otak Anda biasanya tidak langsung “bangun” setelah tidur. Di mana, otak membutuhkan transisi secara bertahap untuk masuk ke setting “terjaga”.

Selama masa transisi ini, Anda mungkin merasa pusing atau bingung. Jika Anda tidak berhati-hati, Anda dapat dengan mudah tertidur kembali.

Inersia tidur ini memperlambat keterampilan motorik dan kognitif Anda. Itulah sebabnya terkadang Anda merasa tidak mungkin melakukan apa word play here segera setelah Anda bangun.

Inersia tidur dapat berlangsung dari beberapa menit hingga lebih dari satu jam, meskipun biasanya membaik dalam 15 hingga 60 menit.

Ada beberapa hal yang bisa memicu inersia tidur, seperti: Tidak cukup tidur Bangun dengan tiba-tiba dari tidur nyenyak Memasang alarm lebih awal dari biasanya

Inersia tidur juga dapat diperburuk oleh gangguan tidur akibat kerja shift, rest apnea obstruktif, dan beberapa jenis gangguan tidur ritme sirkadian.

Inersia tidur memang merupakan bagian alami dari bangun tidur.

Tetapi, Anda pada dasarnya dapat membatasi efeknya dengan melakukan beberapa hal berikut:

Tidur nyenyak secara teratur Membatasi tidur siang kurang dari 30 menit Minum kopi atau minuman berkafein lainnya saat Anda bangun Jika gejala inersia tidur Anda berlanjut, sebaiknya segera temui dokter untuk mencari tahu penyebab masalah yang Anda dan membantu mengatasinya.

2. Paparan sinar biru

Sinar biru (blue light) adalah pencahayaan buatan yang memancarkan panjang gelombang biru.

Selama siang hari, paparan sinar biru dapat meningkatkan kewaspadaan dan suasana hati. Tapi ini mungkin bukanlah getaran yang Anda inginkan ketika Anda akan pergi tidur.

Paparan sinar biru bisa menekan sekresi melatonin, hormon yang membantu mengatur ritme sirkadian tubuh (siklus bangun-tidur).

Hal ini bisa mempersulit Anda untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, sehingga membuat Anda merasa lelah keesokan harinya. Untuk mengurangi dampak sinar biru pada tidur, Anda bisa melakukan beberapa hal ini:

Hindari menonton TV, bermain HP, bekerja dengan laptop selama dua atau tiga jam sebelum Anda pergi tidur Gunakan lampu merah redup di malam hari, yang tidak memiliki efek penekan melatonin Ekspos diri Anda pada banyak cahaya terang di siang hari Gunakan kacamata pemblokir sinar biru di malam hari atau aplikasi yang menyaring sinar biru jika Anda harus menggunakan elektronik di malam hari.

3. Lingkungan Tidur yang Buruk

Lingkungan tidur yang buruk dapat berdampak besar pada kualitas tidur anda.

Berikut ini yang perlu anda Perhatikan:

Masalah Kasur

Jika kelelahan pagi Anda disertai dengan kekakuan atau bagian tubuh yang pegal, kondisi kasur Anda bisa jadi adalah penyebabnya.

Penelitian menunjukkan bahwa kasur yang tidak terlalu keras maupun tidak terlalu empuk adalah pilihan yang terbaik.

Usia kasur Anda juga penting untuk diperhatikan. Sebuah studi kecil pada 2009 menemukan bahwa partisipan melaporkan kualitas tidur yang lebih baik dan lebih sedikit rasa sakit dan nyeri di pagi hari setelah tidur di kasur baru.

Ingatlah juga bahwa, kasur bisa menjadi rumah bagi alergen umum, seperti tungau debu yang dapat menyebabkan bersin dan batuk di malam hari, terutama pada penderita alergi dan asma.

Jadi demi kenyamanan tidur, sebaiknya ganti kasur Anda setiap 9 atau 10 tahun dan gunakan sarung kasur hipoalergenik jika Anda memiliki alergi.

Suhu kamar

Terlalu kepanasan atau kedinginan dapat menyebabkan kegelisahan dan membuat Anda sulit tertidur.

Jika Anda masih sulit tidur, menghangatkan kaki dengan memakai kaus kaki dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan menyesuaikan termostat internal Anda.

Jadi, ciptakan suhu optimum untuk kualitas tidur Anda. Anda bisa melakukannya dengan menjaga suhu kamar tidur di antara 16-19 derajat Celcius.

Suara keras Meskipun Anda tipe orang yang bisa tertidur dengan TELEVISION menyala, kebisingan masih dapat berdampak besar pada kualitas tidur Anda. Mengurangi kebisingan latar belakang diyakini dapat membantu meningkatkan jumlah tidur nyenyak yang Anda dapatkan setiap malam dan mengurangi frekuensi Anda bangun di malam hari.

4. Kebiasaan makan dan minum

Apa yang Anda konsumsi sebelum tidur dapat membuat Anda terjaga di malam hari dan membuat Anda merasa lelah di pagi hari.

Ini seperti:

Terlalu banyak kafein

Kafein adalah stimulan alami yang meningkatkan kewaspadaan. Terlalu banyak mengasup kafein di siang hari atau terlalu dekat dengan waktu tidur di antaranya dapat membuat Anda lebih sulit untuk tertidur, membuat lebih sulit untuk tetap tidur, dan sering pergi ke kamar mandi dalam semalam.

Kopi, coklat, dan teh tertentu serta minuman ringan semuanya mengandung kafein. Kafein juga dapat ditemukan dalam obat-obatan tertentu, termasuk beberapa resep dan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Agar kafein tidak mengganggu tidur Anda, Anda harus membatasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung senyawa ini, terutama menjelang waktu tidur.

Minum alkohol Alkohol terbukti memiliki efek penenang dan membuat Anda mengantuk, tetapi tidak membuat Anda tidur nyenyak.

Menurut Cleveland Facility, alkohol dapat meningkatkan frekuensi Anda bangun setelah efek relaksasi hilang dan mencegah Anda tidur nyenyak.

Semakin banyak alkohol yang Anda konsumsi sebelum tidur, maka kian mengganggu tidur Anda, meningkatkan kemungkinan Anda bangun dengan rasa lelah.

Jadi, hindari minum alkohol terutama di malam hari. Sering buang air kecil Minum terlalu banyak sesuatu yang terlalu dekat dengan waktu tidur bisa membuat Anda sering bangun untuk buang air kecil sepanjang malam. Ini juga dapat terjadi dalam situasi tertentu jika Anda menahan banyak cairan.

Buang air kecil berlebihan di malam hari (nokturia) juga bisa menjadi tanda kondisi medis yang mendasarinya.

Malaysia Menyatakan Darurat Covid-19, Apa Penyebabnya ?

ICU Hampir Penuh karena Corona, Malaysia Lockdown Lokal

Healthek.com – Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan, kenaikan kasus yang dialami Malaysia karena adanya kelelahan pandemi atau pandemic fatigue.

Ia menyebutkan, dalam sebulan terakhir kasus COVID-19 melonjak. Pada April 2021, kata dia, ada penambahan 61.984 kasus infeksi virus corona dan 235 orang meninggal dunia.

“Lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini antara lain disebabkan oleh kelelahan pandemi,” tutur Noor, seperti dikutip dari laman The Star.

Akibat kelelahan pandemi yang dialami masyarakat, menurut Moor, masyarakat menjadi terlena dan abai terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Hal ini menjadi pemicu naiknya angka kasus COVID-19.

Selain itu, pelonggaran aturan juga berperan dalam peningkatan kasus.

“Selain itu, aturan dilonggarkan, sektor ekonomi dibuka kembali, diadakan temu massal. Ini berkontribusi terhadap lonjakan kasus di mana-mana,” kata dia.

Lanjut Noor, dengan temuan mutasi baru virus Corona, ini menambah kekhawatiran menghadapi situasi sekarang. Rumah sakit-rumah sakit juga berjuang menangani pasien.

“Kapasitas rumah sakit negara juga sedang berjuang, dengan banyak rumah sakit Lembah Klang melaporkan lebih dari 70 persen tingkat penggunaan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU),” ujar dia.

Secara keseluruhan, Malaysia mencatat 2.500 kasus baru per Senin (3/5/2021), sehingga total kasus menjadi 417.512.

Kementerian Kesehatan Malaysia juga mendeteksi sembilan klaster baru, sehingga jumlah klaster aktif menjadi 398 klaster.

Dari klaster baru, tiga di antaranya adalah terkait dengan tempat kerja, terkait dengan sektor pendidikan, dan terakhir terdeteksi di pusat penahanan di Jelapang, Perak.

Apa itu pandemi tiredness?

Mengutip laman WHO, pandemic exhaustion sebagaimana yang dialami oleh masyarakat Malaysia merupakan munculnya demotivasi untuk berbagai langkah perlindungan yang direkomendasikan.

Kondisi ini pun muncul secara bertahap dari waktu ke waktu yang dipengaruhi emosi, pengalaman dan persepsi.

Akibat pandemic tiredness, banyak orang-orang mulai mengabaikan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak fisik yang sebelumnya dipatuhi.

Pada Saat Berpuasa yang Benar Bisa Mengurangi Kadar Lemak Jahat dalam Tubuh

6 Tipe Perut Wanita dan Cara Menjaganya Tetap Rata - Fashion & Beauty  Liputan6.com

Healthek.com – Berpuasa bisa menimbulkan sejumlah manfaat sehat bagi tubuh. Selain bisa menyehatkan lambung dan berbagai dampak lainnya, puasa juga diketahui bisa menurunkan kadar lemak jahat.

Saat puasa, waktu makan umumnya hanya dua kali. Hal ini dapat membantu berkurangnya asupan kalori. Selain itu, pola tidur berubah yang akan berpengaruh pada sistem hormone.

Seperti disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. Menurutnya, puasa dapat berpengaruh positif pada penyakit kronis dan seharusnya tubuh menjadi lebih sehat.

Ia menambahkan, saat buka puasa maka asupan makanan tetap harus diatur supaya mencukupi, bukan berlebih-lebihan.

” Buka puasa bukan berarti balas dendam karena tidak makan siang sehingga makan siangnya ditarik ke malam dan menjadi makan dua kali sebelum dan setelah sholat tarawih, itu tidak mendapatkan hikmah puasa Ramadhan,” ujar Ari beberapa waktu lalu.

Riset menunjukkan, lanjut Ari, jika puasa dilakukan dengan benar maka ada manfaat positif bagi tubuh. Salah satunya adalah penurunan low-density lipoprotein (LDL) atau lemak jahat. Di sisi existed kadar high-density lipoproteins (HDL) atau kolesterol baik akan meningkat dan baik untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler.

Penelitian Lainnya

Ari juga menyampaikan hasil penelitian lain yang menunjukkan adanya perubahan berat badan dan kadar lemak selama berpuasa pada pasien.

Sedang, hasil riset yang dilakukan oleh Ari dan rekan-rekannya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan pada orang yang berpuasa terjadi penurunan massa lemak, tapi masa healthy protein tidak.

” Nah ini hal yang positif, artinya kita tahu bahwa kalau memang kita berpuasa akan terjadi penghancuran lemak. Riset saya menunjukkan yang dihancurkan lemak saja karena kalau lemak ini sudah habis yang akan dihancurkan berikutnya adalah healthy protein.”

“Dan ternyata puasa kita yang 14 jam itu hanya lemak saja yang dihancurkan tidak terjadi penghancuran protein. Ini artinya (puasa) tidak akan memengaruhi daya tahan tubuh dan performa tubuh secara keseluruhan,” tandas Ari.